Potensi Obyek Wisata Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gida diukur berdasarkan analisis Skor Potensi Internal, Skor Potensi Eksternal, Skor Potensi Gabungan Obyek Wisata. Skor Potensi Internal mencakup Kualitas Obyek Wisata dan Kondisi Obyek Wisata. Skor Potensi Eksternal Obyek Wisata mencakup Dukungan Pengembangan Obyek, Aksesibilitas, Fasilitas Penunjang dan Fasilitas Pelengkap.
Berdasarkan hasil analisis Potensi Gabungan Obyek Wisata, Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gida memiliki potensi yang tinggi. Total Potensi Gabungan Danau Anggi Giji adalah sebesar 35, sedangkan Danau Anggi Gida sebesar 34. Itu artinya kawasan Danau Kembar itu layak dijadikan sebagai Kawasan Wisata Unggulan.
POTENSI SUMBER DAYA ALAM DANAU KEMBAR
Berdasarkan penelitian Geologi, kawasan sekitar Danau Anggi Gida terdapat indikasi endapan batubara, berasal dari Sungai Irai yang mengalir masuk ke Danau Anggi Gida. Lapisannya mencapai tebal 4 meter, dengan kandungan batubara sebanyak 4.029.400 ton yang terdiri dari 3.821.400 ton berasal dari Blok Anggi dan sisanya 208.000 ton dari Blok Gunung Miseda.
Dari hasil penyelidikan ditemukan sepuluh singkapan batubara, yang terbagi menjadi dua blok: batubara muda endapan danau berumur Plistosen dan batubara tua berumur Trias. Batubara muda endapan danau berada di Sungai Irai, Distrik Anggi. Sedangkan batubara tua berada di Gunung Miseda, sekitar lima kilometer dari Kampung Darmo ke arah barat dan termasuk ke dalam Distrik Didohu.
P E N U T U P
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat diberikan simpulan dan saran sebagai berikut:
1. Danau Kembar Anggi Giji dan Anggi Gida memiliki legenda/folklore yang hingga kini dipercayai oleh masyarakat disana;
2. Sejarah perjuangan selama dan paska Integrasi juga terjadi di Irai, Anggi. Ini dapat dijadikan sebagai memori nasionalisme dengan membangun penanda (prasasti) di Kawasan Danau Anggi Gida;
3. Potensi Pariwisata, Sejarah dan Sumber Daya Alam (Mineral dan Energi) di Kawasan Danau Anggi Giji dan Anggi Gida dapat dikembangkan sehingga dapat menjadi pendapatan asli daerah (PAD) Kab. Pegunungan Arfak;
4. Pembangunan Sarana-Prasarana terutama untuk mendukung pengembangan Kawasan Danau Kembar dapat segera dilakukan untuk pengungkit kesejahteraan masyarakat;
5. Habitat hewan dan tumbuhan yang ada di Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gida bisa dikembangkan sehingga dapat menjadi sumber gizi dan protein;
6. Kandungan batubara yang jumlahnya mencapai 4 juta ton di Kawasan Sungai Irai dan Danau Anggi Gida dan Gunung Miseda dapat segera dieksplorasi untuk kepentingan energi dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.
R E F E R E N S I
Arcken, V.J.E.M. van, 1e Luitenant der Infanterie. Militaire memorie betreffende destreek rond de Anggimeren, West-Nieuw-Guinea. 70 blz.
Bawan, Elias K., Palintin, Antonius D., & Patandianan, Erik A., Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Kabupaten Pegunungan Arfak. Manokwari: Igya Ser Hanjop.
Gendt, G.J. van, Controleur van Ransiki. Uittreksel uit tourneeverslag rond de Anggimeren van 16 juli-5 augustus 1956, betreffende verschillende onderwerpen. 2 blz.
Nawipa, Demianus. t.t. Geologi Regional Ransiki Papua Barat. t.l., t.p.
Reeskamp, G.A., Landbouwkundig ambtenaar. Kort verslag van de onderzoekingsreis gedurende het tijdvak 1-27 februari 1954 in het gebied rond Anggi-gita en Anggi-gigi (Anggimeren) . 8 blz.
Schultz, E.L., Hoofdagent van Politie IIe kl. te Ransiki. Uittreksel uit hetpatrouilleverslag naar het Boven Ingsimgebied, periode 9-22 oktober 1953, betreffende: Bijgeloof inzake gevonden aardewerkpotten. 1 blz.
Suhada, Dede Ibnu. 2012. Penyelidikan Batubara Daerah Ransiki dan Sekitarnya Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Jakarta: KKP Energi Fosil.
Zevenbergen, W., Adjunct Administratief Ambtenaar te Manokwari. Verslag van een tournee in en door het Arfakgebergte in de periode 1-15 oktober 1953. 37 blz.
Warami, Hugo. 2018. Analisis Potensi Danau Anggi Giji dan Anggi Gida Sebagai Obyek Wisata Alam Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat. Manokwari: Universitas Papua (UNIPA) Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Budaya.
Disusun oleh:
Dr. Rakeeman R.A.M. Jumaan, D.D.
Direktur Pusat Kajian Manuskrip Islam dan Filologi (Centre for the Study of the Islamic Manuscripts and Philology), Ambon – Maluku
Related Posts

Menelusuri Jejak Pembentukan Kecamatan Paling Utara di Kabupaten Bogor

Mengenal Batu Tapak Cikodom, Gunung Sindur, Bogor

Gaungkan Tema Shalat di Ciater | Jejak Lokasi yang Dilewati Bujangga Manik Sang Resi Petualang

Bakda Riyadi: Tradisi Keramaian Kerajaan Majapahit yang Menjadi Lebaran

Telusuri Jejak Tarumanegara, Tuan Tanah Jonathan Rigg dan Makam Kuno Islam Garisul


No Responses