International AMLA (Ahmadiyya Muslim Lawyers Association) menyelenggarakan acara Simposium di London – Inggris pada tanggal 7 Februari 2026.
International AMLA merupakan sebuah lembaga yang terdiri dari 900 anggota dari 25 negara. Mereka adalah para pengacara, mahasiswa fakultas hukum, dan para ahli hukum dari Jemaat Muslim Ahmadiyah.
Para Anggota International AMLA berkomitmen untuk memberikan dedikasi terbaiknya dalam melayani kemanusiaan dan melindungi hak asasi manusia bagi kelompok rentan.
Pada kesempatan Simposium International AMLA 2026, Khalifah Jemaat Muslim Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad a.t.b.a. menyampaikan sebuah pesan yang dibacakan langsung oleh Amjad Khan Sahib selaku Sekretaris Umur Kharijiah (Hubungan Masyarakat) Jemaat Muslim Ahmadiyah Inggris.
Berikut adalah pesan Hadhrat Mirza Masroor Ahmad a.t.b.a. pada Simposium yang dikutip dari Ahmadiyya Muslim Community Press and Media Office :
“Saat ini kita hidup di era ketika prinsip keadilan dan hukum telah dipandang rendah. Bahkan, baru-baru ini Presiden Amerika Serikat dengan berani telah menyatakan bahwa ia tidak lagi membutuhkan hukum internasional dan bahwa satu-satunya yang batasan baginya hanya pendapat dan pandangan pribadinya.
Pernyataan ini secara akurat menggambarkan bagaimana kekuatan besar memiliki minat yang sangat kecil untuk menegakkan hukum internasional atau perjanjian yang justru mereka anggap bertentangan dengan kepentingan mereka.”
“Kita mengamati bahwa ketika suatu negara menandatangi pakta atau perjanjian perdamaian, baik yang berlaku untuk sementara waktu ataupun berlaku secara permanen, maka pihak terkait, terutama mereka yang memiliki posisi lebih dominan, bukannya mereka mematuhi berbagai prinsip keadilan dan kesetaraan, justru mereka akan melakukan berbagai langkah yang melanggar perjanjian tersebut.
Bahkan di tempat yang telah menerapkan keadilan hukum, mereka yang memiliki kemampuan lebih dan juga berkuasa justru melakukan berbagai pelanggaran tanpa adanya sanksi yang dapat memberikan efek jera kepada mereka.”
“Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa Presiden Amerika Serikat telah menunjukkan dengan jelas sikapnya dalam merendahkan hukum internasional dan demikian pula para pemimpin lainnya, termasuk Perdana Menteri Israel, juga telah menunjukkan sikap mereka yang tidak bersedia terikat oleh hukum atau perjanjian apapun.
Meskipun mungkin secara lisan mereka telah mengklaim menjunjung tinggi keadilan, namun pada kenyataannya mereka hanya didorong oleh kepentingan mereka sendiri.”
“Menurut Islam, Kitab Suci Al-Qur’an telah menyajikan prinsip emas untuk menegakkan keadilan.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa kebencian terhadap orang lain seharusnya tidak mendorong seseorang untuk berlaku tidak adil.
Sejarah Jemaat Muslim Ahmadiyah telah membuktikan bahwa, baik secara Organisasi atau pun secara individu, kita senantiasa berjuang untuk menegakkan perdamaian dan keadilan.”
“Pada praktiknya, Islam mengajarkan bahwa seseorang tidak boleh hanya memperjuangkan haknya sendiri sendiri, melainkan ia juga harus memiliki tekad untuk menjunjung tinggi dan melindungi hak orang lain. Hanya dengan cara itulah, keadilan sejati dapat ditegakkan.”
“Hanya kata-kata belaka, sekalipun nampak agung atau mulia, tetap saja tidak memiliki makna apapun.
Oleh karena itu, bagaimanapun besarnya keinginan seseorang untuk terwujudnya perdamaian atau upayanya untuk menegakkan keadilan, selama belum adanya tindakan nyata yang dilakukan, maka tidak akan ada yang tercapai untuk maksud tersebut.”
“Keadilan apa yang dapat diharapkan di dunia ini ketika kekuatan-kekuatan besar memiliki hak veto?
Kedepan, Bangsa-bangsa dan seluruh individu yang ingin menyaksikan keadilan dapat ditegakkan, maka harus bersatu dan memiliki keberanian untuk berdiri dihadapan kekuatan-kekuatan besar dalam kebenaran dan keadilan.”
“Nampaknya gejolak api perang dunia telah dinyalakan dan jika tindakan mendesak tidak segera diambil, maka konsekuensi bencana akan melampaui seluruh pemahaman umat manusia.
Hendaknya ditegaskan bahwa tidak akan ada perdamaian abadi, jika keadilan sejati tidak ditegakan di dunia.”
“Saya berdo’a agar seluruh dunia dapat menyadari bahaya yang ada dihadapan kita dan kita pun dapat mengesampingkan segala kepentingan pribadi demi kebenaran dan keadilan sehingga kita mampu melindungi diri kita dan generasi mendatang.”
Disusun Oleh:
Mln. Iman Mubarak Ahmad
Related Posts

Amanah Hadhrat Khalifatul Masih V a.t.b.a. untuk Jemaat Ahmadiyah Indonesia dalam Memasuki Abad Kedua

Menemukan Islam Nusantara: Islam yang Moderat dan Menghargai Hak Azasi Manusia

Ekspose dan Eksaminasi PT3L Tahun Akademik 2025-2026 Sebagai Kerangka Evaluasi Pengkhidmatan Lapangan

Kunjungi Daerah Lampung | Terjebak Hujan Lebat, Jalanan Rusak dan Harmonisasi Beragama

Lokasi PT3L 2025 di Sumatera Selatan | Bergerak dari Pematang Jaya hingga Lahat

No Responses