“Dengan Praktikum Tarbiyat, Ta’lim, Ta’lim Al-Qur’an, Rabtah dan Tablig Lapangan (PT3L) Jamiah Ahmadiyah Internasional Indonesia, kita tingkatkan kemampuan dasar seorang Waqifin Zindegi sesuai kaidah dan klausul Rules and Regulations Tahrik Jadid Anjuman Ahmadiyah.”
MENGENAL PT3L JAMAII
PT3L merupakan kependekan (abreviation) dari Praktikum Tarbiyat, Ta’lim, Ta’lim Al-Qur’an, Rabtah dan Tablig Lapangan. Sebelum tahun 2014, istilah yang dipergunakan adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau Praktek Kerja Lapangan (PKL). Namun, setelah ada Silabus Internasional (Nishab-o-Ta’limy Nizham), istilah itu kemudian diubah menjadi PT3L tersebut. Sebutan dalam Kalender Kegiatan Jamiah adalah Field Trip.
Adalah Naib Principal Bidang Akademik –yaitu Penulis– yang pada 2014 itu menciptakan istilah ini dan mulai mempopulerkan sebutan PT3L. Pada masa lalu, PT3L kadang digabung dengan Hiking atau Mountain Climbing. Misalnya, pada tahun 2014, 2015 dan 2016, setelah dilaksanakan Program Hiking dilanjut dengan PT3L bagi mahasiswa Darjah akhir. Lokasinya, pernah di Jawa Barat 10 (Manislor) dan di Jawa Tengah 2 (Semarang, Salatiga, Solo, Tawangmangu).
Pada waktu Penulis masih menjadi mahasiswa akhir Jamiah (2002), PKL pernah dilaksanakan selama tiga bulan. Sebab, saat itu, PKL dikaitkan dengan penelitian untuk bahan penyusunan skripsi bertema country profile. Selama tiga bulan itu pula Penulis berada di ranting Tanjungkerta, Cabang Sekarmulya, Wilayah Cirebon. Selama disana, kegiatan ta’lim, ta’lim al-Qur’an, rabtah dan tablig pun berjalan.[1]
Melalui PKL atau PT3L itulah kemudian Penulis semakin memahami apa yang harus dipersiapkan untuk menjadi seorang Waqfi Zindegi khususnya Mubalig. Pengalaman dan pendampingan dari Mubalig setempat sangat berarti, terutama saat berinteraksi dengan pihak ghair Ahmadi. Baik rabtah maupun tablig menemukan momentumnya saat bersama Mubalig setempat melakukan praktikum.[2]
PERSIAPAN PT3L 2025
Kini, PT3L berada di bawah Bidang Akademik. Agenda PT3L 2025 tercantum dalam Kalender Kegiatan Jamiah Ahmadiyah Internasional Indonesia Tahun Akademik 2025-2026. Sebagai PIC adalah Muntazim Ilmi, yang juga membawahi kegiatan akademik lainnya (co dan extra): Studium General, Forum Kajian, Klub Bahasa dan lain-lain.
Bidang Akademik biasanya membahas Program PT3L ini setelah dibuatkan Surat Tugas oleh Principal. Rapat khusus terkait PT3L pun dilaksanakan beberapa kali. Salah satu yang penting adalah berkoordinasi dengan para Mubalig Daerah untuk memastikan lokasi PT3L tahun berjalan. Ijin dari Mubalig Incharge diperlukan dalam proses koordinasi tersebut.[3]
Setelah database lokasi didapatkan, maka penempatan pun akan ditetapkan. Kebijakannya, mahasiswa senior akan ditempatkan sendiri-sendiri, sedangkan bagi mahasiswa yunior akan ditempatkan berdua di satu lokasi. Mahasiswa senior mencakup mahasiswa darjah rabiah dan khamisah. Sedangkan mahasiswa yang dianggap yunior adalah mulai darjah ula hingga tsalisah.
Kebutuhan administrasi dan anggaran pun dibuat dalam sebuah proposal. Berkas administrasi yang disiapkan biasanya mencakup ToR, surat pengantar, surat pemberitahuan, laporan kegiatan dan laporan akhir kegiatan.[4]
PELAKSANAAN PT3L 2025
Pelaksanaan PT3L pada Tahun Akademik 2025-2026 ini berlangsung dari 4 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Namun, dikarenakan Jalsah Salanah ternyata dimajukan penyelenggaraannya pada awal Desember 2025, maka PT3L pun bergeser setelah Jalsah Salanah tersebut. Tepatnya, PT3L dilaksanakan sejak 11 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.[5]
PT3L 2025 diikuti oleh sebanyak 86 mahasiswa yang berasal dari Darjah Ula hingga Darjah Khamisah. Sedangkan Darjah Mumahhidah dan Sadisah tetap tinggal di Kampus Mubarak terkait kebijakan rutin dan adanya program semester pendek (short semester). Untuk komposisi sendiri, mahasiswa senior, yaitu Darjah Rabiah dan Khamisah biasanya ditempatkan sendiri, sedangkan untuk mahasiswa yunior, yaitu Darjah Ula hingga Tsalisah ditempatkan duet alias berdua.
Secara lokasi, para peserta PT3L disebar ke 15 Daerah di Jawa dan luar Jawa. Untuk di Jawa difokuskan pada lokasi di sekitar Jawa bagian barat, sedangkan untuk diluar Jawa ada di Lampung dan Palembang. Lokasi Daerah tersebut adalah Palembang, Lampung, Banten 1, Banten 2, DKI Jakarta, Jabar 1, Jabar 2, Jabar 3, Jabar 4, Jabar 5, Jabar 6, Jabar 7, Jabar 8, Jabar 10 dan Jabar 11.[6]
Selain berkas administrasi, para peserta juga dibekali dengan anggaran konsumsi dan transportasi. Anggaran konsumsi harus diberikan kepada Sekretaris Dhiafat Jemaat Lokal via Ketua. Sedangkan anggaran transportasi dipergunakan untuk bea keberangkatan dan kepulangan. Besaran anggaran transportasi menyesuaikan dengan jauh-dekatnya lokasi.[7]
Secara resmi, Program ini telah dilepas dengan Doa Bersama dipimpin oleh Pincipal Jamiah dalam kesempatan Apel Malam, Rabu (10/12) bakda salat Isya bertempat di Masjid Al-Nashr, Bogor. Dalam pesannya, Principal Jamiah Mln. Masum Ahmad, Shd. menekankan agar para peserta dapat mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dari program ini.
PERNAK-PERNIK UNIK DALAM PT3L 2025
Setiap tahun, ada hal-hal unik dan menarik dalam pelaksanaan PT3L. Pernak-pernik unik dan menarik itu biasanya selalu dicatat dan menjadi bahan analisa untuk perbaikan dan peningkatan mutu ke depannya. Penulis sebagai Naib Principal Bidang Akademik selalu menyampaikan, bahwa harus ada terobosan (breakthrough) meskipun sekecil apapun dalam setiap pelaksanaan program Akademik.[8]
Untuk program PT3L 2025 ini, ada beberapa terobosan yang telah dibuat dan dilaksanakan oleh Panitia, di antaranya:
Pertama, berupa Kelengkapan Administrasi. Aneka berkas administrasi yang diperlukan telah disiapkan, mulai dari Term of Reference (ToR) yang mencakup pedoman, petunjuk dan pelaksanaan serta petunjuk teknis hingga evaluasi dan laporan personal peserta, serta feedback dari pengurus atau ketua.[9]
Kedua, penambahan Lokasi Penempatan. Untuk tahun ini, lokasi PT3L ditambah satu lagi untuk yang diluar Jawa. Selain Lampung, salah satu lokasi di Palembang juga menjadi tujuan PT3L. Kedepannya, lokasi di Kalimantan, Maluku, Sulawesi bahkan Papua bisa juga menjadi pertimbangan.[10]
Ketiga, agenda Monitoring Insitu. Setiap tahun, dilaksanakan monitoring pelaksanaan PT3L oleh Panitia terkait. Adakalanya, monitoring tersebut dilakukan secara langsung, kadang juga melalui daring via Zoom Meeting. Untuk PT3L 2025, monitoring akan dilakukan secara langsung. Tiap Panitia akan melakukan monitoring Daerah yang menjadi tanggungjawabnya.[11]
Misalnya, Principal Jamiah akan melakukan monitoring ke Daerah Jabar 6 dan 7, sedangkan Naib Principal Akademik akan melaksanakan monitoring ke Daerah Lampung dan Daerah Palembang serta Daerah Jabar 8 dan Daerah Jabar 10. Begitu juga panitia yang lainnya, akan melakukan monitoring ke Daerah yang telah ditentukan.
Semoga penyelenggaraan PT3L 2025 ini bisa berjalan dengan lancar hingga akhir. Diharapkan, para peserta mendapatkan manfaat dari pelaksanaan program ini, terutama dalam melatih dan mempersiapkan diri menjadi seorang Waqifin Zindegi khususnya seorang Mubalig. Penulis percaya, “pengalaman adalah guru yang terbaik” (Experience is the best teacher!). []
Disusun oleh:
Dr. Rakeeman R.A.M. Jumaan**)
KETERANGAN:
*) Selesai ditulis pada Jumat (12/12) pkl. 03:30 WIB di Rumah Dinas Griya Carani “DAAR EL-JUMAAN” Bogor, Jawa Barat.
**) Penulis merupakan Waqif Zindegi (Mubalig) Jemaat Ahmadiyah Indonesia (sejak 2003 hingga sekarang) yang diberi amanat sebagai Dosen Ilmu Perbandingan Agama & Bahasa Farsi dan Naib Principal Bidang Akademik Jamiah Ahmadiyah Indonesia Bogor, Jawa Barat (2014-2017 dan 2023-sekarang). Pernah diberi amanat sebagai Pembina Hiking dan PT3L selama lima tahun (2006-2011). Penulis juga adalah Pendiri/Direktur dan Pengulik pada Pusat Kajian Manuskrip Islam dan Filologi (Centre for the Study of the Islamic Manuscripts and Philology) Ambon, Maluku dan Pembina Nasional Forum Mahasiswa Studi Agama-Agama se-Indonesia (FORMASAAI).
CATATAN:
[1] Selama PKL/PT3L itulah Penulis dapat melihat langsung atau menemui pengalaman empiris terkait tarbiyat, ta’lim, rabtah dan tablig. Bahkan, Penulis juga melihat permasalahan terkait rishtanata, jaidad dan pengorbanan. Pengalaman itu menjadi bekal dan pengalaman saat bertugas sebagai Mubalig definitif sehingga solusinya bisa diterapkan ketika menemukan permasalahan yang sama.
[2] Penulis biasa didampingi oleh Mln. Ahmad Ilyas (kini Mubalig Daerah Jabar 4) dalam melakukan kunjungan PT3L pada seperempat abad yang lalu itu. Pengalaman berinteraksi dengan anggota secara persuasif membekas dalam ingatan.
[3] Mubalig Incharge atau Kantor Missi biasanya memberikan ijin untuk koordinasi tersebut, yang selanjutnya dibuat Group WA Koordinasi antara Panitia dan Mubda terkait.
[4] Dari laporan ini nantinya Panitia dapat menganalisa berdasarkan kaidah SWOT atau SMART sehingga tergambar bangunan konstruksi lokasi PT3L tersebut.
[5] Program PT3L biasanya diselenggarakan saat usai UAS Ganjil hingga sebelum masuk UAS Genap. Selama sekitar satu bulan, waktunya dimanfaatkan sebagai pengganti perkuliahan klasikal.
[6] Tentu saja, ada Daerah di Jawa Barat yang juga tidak menerima kehadiran peserta PT3L dengan alasan tertentu. Tahun 2025 ini, Daerah Jabar 9 (Cirebon) tidak menerima peserta PT3L dengan alasan tertentu. Begitu juga Jabar 8 (Ciamis) hanya bisa menerima satu peserta saja. Bahkan, Markaz sendiri, karena alasan dekat, tidak menerima peserta PT3L.
[7] Menerapkan prinsip keadilan bagi semua, anggaran transportasi bagi peserta PT3L yang mendapat lokasi terdekat tentu saja berbeda nominalnya dengan peserta yang terjauh. Untuk yang ditempatkan di Jemaat Lokal Bogor, dengan Rp 50.000,- (PP) pun sudah cukup. Sedangkan untuk peserta PT3L yang di Palembang, anggaran transportasinya (PP) mencapai Rp 1.200.000,- Dan, anggaran itu sifatnya UMK. Ini untuk membiasakan tanggung jawab dalam hal amanat finansial.
[8] Sejak 2023 lalu, Naib Principal Bidang Akademik telah menggalakkan hal ini. Terobosan dapat ditemukan dan diterapkan dalam kegiatan atau program di bawah Bidang Akademik, baik kegiatan perkuliahan (kurikuler) maupun kokurikuler atau ekstrakurikuler. Ini akan menambah mutu dari tiap kegiatan secara terukur.
[9] Feedback itu sifatnya privat dan hanya admin dan yang mengisinya (ketua, pengurus atau mubalig) yang akan mengetahuinya. Ini akan menjadi masukan bagi pelaksanaan PT3L ke depannya. Ini semacam “buku merah” (redbook).
[10] Ini bertujuan untuk menambah pengalaman bagi mahasiswa tertentu, sehingga akan didapat feedback yang diharapkan berbeda dan unik.
[11] Monitoring PT3L secara langsung (insitu) akan dilaksanakan pada 21-23 Desember 2025. Ada Panitia yang mendapat dua kali monitoring. Misalnya, Naib Principal Akademik, selain akan kunjungan monitoring ke Lampung dan Palembang juga akan melakukan monitoring ke Jabar 8 dan Jabar 10.
Tags:Related Posts

Kunjungi Daerah Lampung | Terjebak Hujan Lebat, Jalanan Rusak dan Harmonisasi Beragama

Lokasi PT3L 2025 di Sumatera Selatan | Bergerak dari Pematang Jaya hingga Lahat

Nuklir dan Potensinya | Menyelami Dunia Partikel dan Tantangannya

10 Syarat Munazirat Mazhabiyyah dan Korelasinya dengan Kualitas Mahasiswa Jamiah

100 Tahun JAI | Khidmat untuk Islam, Nusa dan Bangsa



No Responses