Ekspose dan Eksaminasi PT3L Tahun Akademik 2025-2026 Sebagai Kerangka Evaluasi Pengkhidmatan Lapangan

Ekspose dan Eksaminasi PT3L Tahun Akademik 2025-2026 Sebagai Kerangka Evaluasi Pengkhidmatan Lapangan
"Dalam tradisi keilmuan Islam, setiap ikhtiar menuntut muhasabah agar pengalaman berubah menjadi pembelajaran. Prinsip refleksi ini menjadi landasan konseptual dalam pelaksanaan dan evaluasi (Ekspose dan Eksaminasi) Program PT3L Tahun Akademik 2025-2026"

Masroor Library – Bogor, Jawa Barat [21/01/2026]. Berangkat dari kesadaran tersebut, pada Rabu, 21 Januari 2026, Jamiah Ahmadiyah Indonesia menyelenggarakan Program Ekspose dan Eksaminasi PT3L sebagai rangkaian akhir PT3L, yang berfungsi sebagai ruang untuk menilai kemampuan analisis, refleksi, dan kesiapan mahasiswa menghadapi realitas penugasan mubaligh di lapangan.

Kegiatan diawali dengan tilawat al-Qur’an yang dibacakan oleh Saudara Aldi Ibnu Idris, mahasiswa Jamiah tingkat Ula. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Naib Principal Bidang Akademik, Mln. Rakeeman RAM Jumaan, serta pengantar singkat dari Muntazim Ilmi. Dalam sambutannya, ditegaskan kembali bahwa PT3L adalah fase transisi dari pembelajaran kelas menuju tanggung jawab pengkhidmatan nyata di jemaat.

Pada sesi inti berupa ekspose dan eksaminasi, terpilih delapan mahasiswa sebagai eksposer, yaitu Saudara Hanif Muhammad Jamil (Manislor), Muhammad Nurrahman (Kebayoran), Abdul Hadi (Parakansalak), Agus Nurrahman (Wanasigra Pusat), Muhammad Munawar Sani (Ciparay), Fajar Ramadhan (Palembang), Imran Ahmad (Lampung), dan Ismail Firdaus (Peninggilan).

Para eksposer mempresentasikan kinerja serta capaian kreativitas mereka selama pelaksanaan PT3L di masing-masing cabang penugasan. Sesi ini dirancang untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam mengartikulasikan pengalaman lapangan secara sistematis dan reflektif.

Ta’lim, Tarbiyat dan Tablig menjadi sorotan dalam sesi ini. Hal itu akan mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam observasi lapangan, perumusan solusi, dan refleksi atas praktik yang dijalankan. Kehadiran mahasiswa tingkat awal (darjah Mumahidah) dalam kegiatan ini juga memberikan gambaran awal yang konstruktif mengenai karakter dan tuntutan PT3L di masa mendatang.

Sebanyak enam orang panitia PT3L hadir sebagai eksaminator dan mengajukan pertanyaan kepada delapan mahasiswa eksposer. Salah satu pertanyaan menyoroti realitas baru (conciousness people / new awareness) yang diperoleh mahasiswa setelah mengikuti PT3L selama hampir satu bulan dari 11 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.

Menanggapi hal tersebut, Saudara Ismail Firdaus menyampaikan bahwa PT3L memberinya pemahaman baru tentang peran mubalig, yang tidak hanya menjalankan program yang ada, tetapi juga dituntut untuk menghadirkan inovasi, khususnya ketika bertugas di cabang yang besar atau telah lama berdiri, di mana pembaruan menjadi tantangan tersendiri.

Acara berlangsung dalam suasana khidmat namun cair, diselingi canda yang menjaga dinamika tanpa mengurangi substansi. Kegiatan yang berjalan sejak pukul 13.30 hingga 17.00 WIB tersebut terasa singkat, dan sore itu Auditorium Jamiah menjadi saksi bahwa pengalaman PT3L selama satu bulan tersebut membentuk kerangka pembelajaran yang menjadi rujukan penting bagi pengembangan diri mahasiswa pada tahap selanjutnya.[]

Disusun oleh:
Mln. Ilham Sayyid Ahmad, Shd.
Muntazim Ilmi Jamiah Ahmadiyah Indonesia

No Responses

Tinggalkan Balasan