Amanah Hadhrat Khalifatul Masih V a.t.b.a. untuk Jemaat Ahmadiyah Indonesia dalam Memasuki Abad Kedua

Amanah Hadhrat Khalifatul Masih V a.t.b.a. untuk Jemaat Ahmadiyah Indonesia dalam Memasuki Abad Kedua

Pada tanggal 1 Januari 2026, Bpk. Zaki Firdaus Syahid (Amir Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia) telah menyampaikan sebuah pidato melalui kanal YouTube Warta Ahmadiyah, yang mana di dalamnya menjelaskan amanah dari Hadhrat Mirza Masroor Ahmad a.t.b.a. (Khalifatul Masih V) untuk Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang baru saja menyelenggarakan Tasyakur 100 Tahun-nya dan akan memasuki Abad Kedua.

Adapun amanah tersebut adalah sebagai berikut :

Anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang saya cintai,

Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

Saya sangat gembira bahwa dengan karunia Allah Ta’ala, Jemaat Ahmadiyah Indonesia sedang merayakan usianya yang ke-100. Disaat anda mengekspresikan rasa syukur dan kebahagiaan, anda juga harus merenungkan betapa besarnya nikmat dan karunia Allah Swt.

Dari permulaan yang sederhana, Jemaat Ahmadiyah Indonesia telah berkembang semakin kuat selama 100 tahun terakhir ini.

Hadhrat Maulwi Rahmat Ali Sahib ra. mendapatkan kehormatan sebagai Muballigh Muslim Ahmadiyah pertama yang menginjakkan kaki di Indonesia pada tahun 1925. Setelah beliau ra. banyak Muballigh perintis lainnya yang semuanya telah melakukan pengorbanan yang luar biasa semata-mata demi Agama Islam. Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan kesempatan kepada anda semua untuk dapat mengenali semangat sejati dari pengorbanan mulia mereka dan menjadikan anda dapat mengalami perubahan yang murni dalam diri anda sendiri, sehingga anda dapat mengikuti jejak langkah mereka yang agung dan menyampaikan ajaran Islam Ahmadiyah yang penuh damai kepada seluruh Bangsa Indonesia.

Berkenaan dengan hal ini, sangatlah penting bagi anda sekalian untuk menyampaikan ajaran kita dengan penuh kehati-hatian dan juga kebijaksanaan serta berupaya memenangkan hati dan pikiran melalui cinta dan kasih sayang.

Ingatkan saudara-saudara sebangsa anda bahwa di masa ini dalam keadaan tunduk sepenuhnya kepada Rasulullah, Hadhrat Muhammad SAW.

Al-Masih dan Al-Mahdi yang dinubuatkan akan datang, sungguh telah benar-benar datang dalam wujud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad AS dari Qadian (India).

Hadhrat Masih Mau’ud AS mengajarkan kepada kita bahwa untuk benar-benar memahami ajaran Islam, kita harus kembali kepada Al-Qur’an Suci sebagai petunjuk kita dan mengikuti secara tepat Sunnah dari Hadhrat Muhammad saw.

Beliau as. bersabda : “Lihatlah, Allah Ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an Suci :

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ

Katalanlah, “Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, Allah pun akan mencintaimu.” (Q.S.Aali Imraan 3 : 32)

Satu-satunya jalan untuk memperoleh keridhaan Allah Swt. adalah dengan mentaati Yang Mulia Rasulullah, Hadhrat Muhammad saw. sepenuhnya. Tidak ada jalan lain yang dapat membawa manusia kepada pertemuan dengan Tuhan.

Tujuan akhir manusia hendaknya selalu menemukan Tuhan Yang Maha Esa, yang tiada sekutu bagi-Nya. Ia harus menjauhi segala bentuk syirik dan bid’ah. Ia harus taat kepada Hadhrat Rasulullah saw. Bukannya justru mengikuti hawa nafsu dan keinginan duniawinya.

Dengarlah, aku tegaskan sekali lagi manusia tidak akan berhasil dengan cara apapun, selain dengan menapaki jalan yang benar, yang telah ditunjukan oleh Yang Mulia Rasulullah SAW.

Oleh karena itu, sebagai seorang Muslim Ahmadi jangan pernah lupa siapa diri anda dan apa yang anda wakili. Merupakan keberuntungan besar bagi kita bahwa Hadhrat Masih Mau’ud as. telah menerangi jalan akhlak yang harus kita tempuh dan telah memberikan kepada kita 10 Syarat Bai’at yang seharusnya menjadi pedoman dan arahan dalam setiap saat kehidupan kita.

Berkenaan dengan harapan beliau AS terhadap para anggota Jemaat, Hadhrat Masih Mau’ud as. bersabda :

“Dalam pengkhidmatan kepada Islam, mereka hendaknya rela berkorban seolah-olah telah dikuasai oleh cinta. Segala upaya mereka harus dicurahkan untuk menyebarkan berkat Islam ke seluruh dunia, sehingga dari setiap hati mengalir mata air cinta kepada Allah Ta’ala dan simpati terhadap kemanusiaan. Ketika semuanya bergabung di satu tempat akan nampak seperti sungai yang mengalir.

Allah Ta’ala berkehendak untuk menampakan Keagungan dan Kekuasaan-Nya melalui Jemaat ini dan kemudian menganugerahkan kemajuan lebih lanjut kepadanya sehingga dunia dipenuhi dengan cinta kepada Allah Ta’ala, pertobatan sejati, kemurnian, kebaikan sejati, kedamaian, rekonsiliasi, dan kasih sayang terhadap umat manusia.” (Majmu’ah Isytiharat, Jilid 1, hal.197-198)

Apabila seluruh anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia berusaha dengan tulus untuk mengamalkan syarat-syarat Bai’at mereka, maka dapat dikatakan dengan jujur bahwa 100 Tahun pertama Jemaat Ahmadiyah Indonesia dapat menjadi masa yang benar-benar penuh berkah dan keberhasilan dan anda akan memasuki Abad Kedua Ahmadiyah di Indonesia dalam keadaan terbaik.

Ingatlah, bahwa tugas Khilafat Ahmadiyah adalah untuk melanjutkan misi Hadhrat Masih Mau’ud AS, yaitu menegakan perdamaian dan harmoni yang abadi di setiap negara di dunia. Oleh karena itu, anda harus terus menjunjung tinggi Lembaga Ilahi Khilafat Ahmadiyah, berusaha membina hubungan yang erat dengan Hadhrat Khalifatul Masih dan senantiasa tetap setia.

Anda juga harus terus menanamkan kecintaan terhadap Khilafat dalam diri generasi yang akan datang.

Ketika anda melangkah kedepan, anda harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh tanggung jawab yang anda emban dan menyadari bahwa meskipun pencapaian 100 Tahun ini merupakan sumber kebahagiaan. Hal itu juga menempatkan beban tanggung jawab yang besar diatas pundak anda. Jangan sampai setelah mencapai tonggak bersejarah ini, anda menjadi lengah dan beristirahat. Sebaliknya, ketika Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia memasuki Abad Kedua menjadi kewajiban setiap Muslim Ahmadi untuk terus berjuang dengan penuh pengabdian dan ketekunan demi memastikan kemajuan dan perkembangan Jemaat yang berkelanjutan.

Semoga Allah Swt. memberkati kalian semua. Aamiin Yaa Robbal ‘Alamin.

Wassalam,

– Mirza Masroor Ahmad –
Khalifatul Masih V

No Responses

Tinggalkan Balasan