Sebuah Tulisan Tentang Semangat Perjuangan Muslim Ahmadiyah di Cisalada Dalam Meraih Keberkahan Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang istimewa, dan keistimewaan tersebut pun dirasakan oleh segenap Muslim Ahmadiyah yang berada di Cisalada.
Cisalada sendiri merupakan sebuah kampung kecil yang berlokasi di Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor dan berjarak 22 Km dari titik nol Kota Bogor.
Jemaat Muslim Ahmadiyah di Cisalada telah berdiri sejak kedatangan Muballigh Jemaat Muslim Ahmadiyah asal India, Hadhrat Maulana Rahmat Ali HAOT r.a., ke kampung tersebut atau tepatnya pada tahun 1933.
Berbagai ujian keimanan telah dirasakan oleh Muslim Ahmadiyah di Cisalada, dari mulai dianggap tidak sesuai dengan ajaran Agama Islam sampai tindak persekusi yang terjadi pada tahun 2010, yaitu ketika sekelompok massa menghancurkan Masjid At-Taufiq, tempat ibadah milik Jemaat Muslim Ahmadiyah Cisalada, dan menghancurkan beberapa rumah warga yang berada di Cisalada.
Namun, perjuangan Muslim Ahmadiyah di Cisalada tidak terhenti sampai disitu. Mereka kemudian bangkit dan berusaha untuk memaafkan semua peristiwa yang pernah terjadi tersebut, walau pun8 akan sangat sulit mereka lupakan.
Ya, kali ini tepatnya di Bulan Suci Ramadhan 1447 H / 2026, para Muslim Ahmadiyah di Cisalada tidak ingin melewatkan hari-hari yang penuh berkah ini begitu saja.
Berikut adalah pengalaman Penulis merasakan keistimewaan Ramadhan di Cisalada pada hari Senin, 16 Maret 2026.
Sesampainya di Cisalada, tampak seorang pria, sebut saja Pak Somad, telah menunggu kedatangan Penulis dan seorang kawan di ruang Peace Center – Jemaat Muslim Ahmadiyah Cisalada. Ia tersenyum ramah menyambut kedatangan kami berdua.
Pak Somad pun mempersilakan kami masuk ruangan, dimana di dalamnya telah tersaji menu untuk Berbuka Puasa.
Pelayanan tamu ini menjadi ciri khas yang selalu ditampilkan Jemaat Muslim Ahmadiyah.
Penulis teringat ketika mendampingi Pdt.Ony Unitly, seorang Pendeta dari GPPI (Gereja Pusat Pantekosta Indonesia) Kabupaten Bogor, berkunjung ke Jemaat Muslim Ahmadiyah di Cisalada pada bulan Juni 2024.
Pendeta tersebut begitu terkesan dengan mengatakan, “saya perhatikan Ahmadiyah dari Pusat sampai ke daerah memiliki kesamaan dalam pelayanan terhadap tamu.”
Setelah berbuka puasa, Penulis pun bergegas menuju Masjid At-Taufik, sebuah masjid yang pernah menjadi sasaran tindak ketidakadilan, namun kini kembali memperlihatkan keindahannya.
Penulis pun mendapat kesempatan untuk menjadi Imam Sholat Maghrib.
Setelah santap malam, Penulis juga kembali mendapat kesempatan menjadi Imam Sholat Isya dan Tarawih sekaligus menyampaikan Tausyiah.
Muslim Ahmadiyah di Cisalada sendiri jumlahnya tidak kurang dari 1000 orang, termasuk didalamnya perempuan dan anak-anak.
Karena saat ini berada pada 10 hari terakhir Bulan Ramadhan, maka seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa Muslim Ahmadiyah di Cisalada menjalankan I’tikaf, yaitu selama 10 hari terakhir di Bulan Suci Ramadhan mereka tinggal di lingkungan Masjid, sejenak mereka tinggal semua aktivitas pekerjaan mereka dan hanya fokus terhadap peningkatan ibadah mendekatkan diri kepada Allah Swt, termasuk meng-Khatam-kan Kitab Suci Al-Qur’an.
Bahkan Pak Muhsin, seorang Sesepuh Muslim Ahmadiyah Cisalada yang sedang menjalankan I’tikaf menyampaikan kepada Penulis bahwa ada satu saudaranya yang setelah berjuang beberapa hari ini mengikuti I’tikaf, namun terpaksa harus pulang ke rumah dan menyelesaikan I’tikafnya dikarenakan sakit. Sebuah perjuangan yang tak terhingga nilainya.
Kini Cisalada terlihat jauh lebih baik, bahkan Dikdik Noerdiansyah selaku Ketua Jemaat Muslim Ahmadiyah Cisalada menyampaikan bahwa, “saat ini kami berusaha untuk menghilangkan image bahwa Cisalada yang memiliki kesan menakutkan karena pernah adanya kasus penyerangan.”
Dikdik menjelaskan bahwa, “Dengan karunia Allah Swt, Jemaat Muslim Ahmadiyah Cisalada lebih terbuka dalam berbagai kegiatan sosial, diantaranya adalah bekerjasama dengan Pemerintah Desa Ciampea Udik dan warga sekitar dalam melaksanakan kegiatan Donor Darah dan bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.”
Penulis mendapatkan kesempatan menjadi Imam Sholat dan menyampaikan Tausyiah di Masjid At-Taufiq milik Jemaat Muslim Ahmadiyah Cisalada
Bahkan pada bulan Januari 2026 lalu, Jemaat Muslim Ahmadiyah Cisalada menerima silaturahmi Ust.M.Rizal Aris (Presidium Jaringan Gusdurian Bogor Raya).
Dalam silaturahmi tersebut, Ust.M.Rizal Aris menunjukan kekagumannya pada perjuangan Muslim Ahmadiyah di Cisalada yang terus berkomitmen menjalankan berbagai program sosial yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar.
Inilah sedikit pengalaman tentang Ramadhan di Cisalada. Semoga dapat memberikan inspirasi dan motivasi untuk terus berjuang dalam menyebarkan kebaikan.
Disusun oleh :
Mln. Iman Mubarak
Related Posts

Pemuda Ahmadiyah Hadiri Sosialisasi KUHP dan KUHAP Baru

Kunjungan Akademik Darjah Tsalisah | Praktikum Tingkatkan Pemahaman Akademik, Tablig dan Rabtah

Kunjungan Akademik Darjah Tsalisah | Praktikum Tingkatkan Pemahaman Akademik, Tablig dan Rabtah

Kunjungan Akademik Darjah Tsalisah | Praktikum Tingkatkan Pemahaman Akademik, Tablig dan Rabtah

Demokrasi dalam Tinjauan Teoritis Tiap Forum Kajian

No Responses