Paparkan Materi Pernikahan Ala Islam dan Yahudi | Empat Forum Kajian Turut Berpartisipasi

Paparkan Materi Pernikahan Ala Islam dan Yahudi | Empat Forum Kajian Turut Berpartisipasi

“Forum Kajian Gabungan (FKG) ini bermanfaat untuk mengenal materi yang memiliki persamaan, perbedaan bahkan pertentangan. Materi yang disampaikan biasanya adalah materi yang tidak tercantum dalam Silabus Perkuliahan di kelas.”

Masroor Library – Bogor, Jawa Barat [27/8/25]. Sejak seperempat abad yang lalu, Jamiah Ahmadiyah Indonesia telah memiliki lima forum kajian atau FK. Aneka Forum Kajian itu dibentuk sesuai dengan tujuan, untuk melengkapi materi perkuliahan yang tidak diajarkan di kelas atau tidak tercantum dalam Silabus. Selain itu, Forum Kajian juga menjadi wadah silaturahmi dan ajang penyampaian spesialisasi. Terkadang, forum kajian tertentu diundang oleh Cabang untuk presentasi materi.

Ada lima Forum Kajian yang dibentuk saat itu: Forum Kajian Perbandingan Agama, Forum Kajian Tafsir Al-Qur’an, Forum Kajian Hadits, Forum Kajian Kalam dan Forum Kajian Fikih. Setiap Forum Kajian memiliki nama masing-masing yang mencerminkan filosofi dan keterkaitan dengan tujuan dibentuknya. Misalnya, Forum Kajian Perbandingan Agama –sebagai Forum Kajian pertama yang dibentuk– dulu namanya adalah Forum Kajian Kristologi (FKK) “Al-Mu’azziy” yang sempat berubah menjadi Forum Kajian Ilmu Perbandingan Agama (FKIPA) “Al-Mu’azziy”.

FKK “Al-Mu’azziy” dibentuk oleh Rakeeman R.A.M. Jumaan, mahasiswa Darjah IV Semester VIII pada 24 April 2002 dan menjadi satu-satunya Forum Kajian di Jamiah Ahmadiyah Indonesia. Saat itu, seluruh mahasiswa bergabung dalam Forum Kajian ini, sebelum dibentuknya Forum Kajian lainnya. Setelah ada lima Forum Kajian, tiap ada mahasiswa baru dibagi secara proporsional untuk masuk ke dalam Forum Kajian terkait. Bila ada 20 mahasiswa baru, maka tiap Forum Kajian akan mendapat tambahan peserta sebanyak empat mahasiswa.

Sejak berubah menjadi Jamiah Ahmadiyah Internasional Indonesia (JAMAII), mahasiswa baru tidak otomatis masuk ke dalam Forum Kajian. Untuk mahasiswa Mumahhidah, mereka akan masuk ke dalam Language Club: Arabic Club, Urdu Club atau English Club. Bila sudah di Darjah Tsalisah, barulah mereka bisa memilih akan masuk ke dalam Forum Kajian yang sesuai dengan keinginannya. Ini mengakibatkan, ada beberapa Forum Kajian yang kebanyakan anggota sedangkan lainnya justru kekurangan alias tidak ada sama sekali. Ini terjadi pada Forum Kajian Kalam.

“Saya baru mempersiapkan materi presentasi terkait Pernikahan Dalam Syi’ah pada malam sebelumnya. Karena tidak ada anggota Forum Kajian Kalam, akhirnya saya mengajak beberapa teman untuk bergabung ke dalamnya. Alhamdulillah, sekarang ada enam anggota. Saya juga didaulat menjadi perwakilan yang menyampaikan materi dalam Forum Kajian Gabungan ini,” ungkap Fajar Malik Achmad, mahasiswa Darjah Rabi’ah saat mengawali presentasi.

Forum Kajian Gabungan (FKG) perdana dilaksanakan pada Rabu (27/8/25) pkl. 13:30-15:30 WIB bertempat di Auditorium Jamiah Lt. 2, Kampus Mubarak Kemang, Bogor. Sebanyak empat Forum Kajian menyampaikan presentasi dengan tema besar “Pernikahan Perspektif Halakhot Yahudi (Askhenazim, Sephardim & Yemenim) dan Fikih Islam (Sunni, Syi’i & Ahmadi)”. Mereka adalah perwakilan dari Forum Kajian Perbandingan Agama, Forum Kajian Tafsir Al-Qur’an, Forum Kajian Fikih dan Forum Kajian Kalam. Setiap Forum Kajian diberikan waktu selama 10 menit.

Forum Kajian Perbandingan Agama mengulas “Pernikahan Perspektif Halakhot Yahudi” yang berasal dari tradisi kelompok Yahudi Askhenazim (Eropa Timur, Jerman), Yahudi Sephardim (Eropa Barat, Spanyol) dan Yahudi Yemenim (Yaman alias Yahudi Mizrakhim). Forum Kajian Tafsir Al-Qur’an mengulas tema khusus “Nikah Dulu Baru Cinta atau Cinta Dulu Baru Nikah?” Forum Kajian Kalam membahas “Pernikahan Menurut Syi’ah” dan Forum Kajian Fikih membahas tema “Pernikahan Menurut Ahmadiyah”.

Karena masih perdana, hanya Forum Kajian Perbandingan Agama yang menyiapkan materi presentasi berupa PPT. Perwakilannya, yaitu Sdr. Bintang Nazmuddin Rasyid memaparkan materi dengan penuh kepercayaan diri.

“Meskipun, materi dan PPT-nya telah disiapkan dan diberikan pengenalannya oleh Pembina kami, yaitu Mln. Rakeeman R.A.M. Jumaan”, tutur alumnus Madrasah Hifz Al-Qur’an Jemaat Ahmadiyah Indonesia tersebut.

Sesi tanya jawab diisi oleh tiga orang penanya. Mereka berasal dari Forum Kajian berbeda: ada Sdr. Abdul Rahman Hornai, Sdr. Fariq Nurjamiq dan Sdr. Muhammad Nurrahman. Meskipun aturannya penanya dari Forum Kajian tidak boleh menanyakan kepada perwakilan dari Forum Kajian sendiri, tetapi untuk memperluas wawasan, hal itu tetap dibenarkan.

Acara kemudian diakhiri dengan sepatah kata dari Naib Principal Akademik. Dalam paparannya, Pendiri dan Pembina Forum Kajian Perbandingan Agama tersebut mengungkapkan pentingnya acara Forum Kajian Gabungan ini. “Forum Kajian Gabungan (FKG) ini bermanfaat untuk mengenal materi yang memiliki persamaan, perbedaan bahkan pertentangan. Materi yang disampaikan biasanya adalah materi yang tidak tercantum dalam Silabus Perkuliahan di kelas.”

Setelah ditutup dengan doa, acara dokumentasi pun dilakukan. Seluruh peserta berforo bersama dengan Naib Principal Bidang Akademik dan para Dosen yang hadir. Selain secara luring, acara ini juga ditayangkan secara daring via Zoom. Beberapa Mubalig dan orang tua mahasiswa ikut menyimak jalannya acara ini. Tampak Mubalig Daerah Papua Mln. Abdul Ghandi, Shd. ikut menyimak dari Jayapura, Papua. Begitu juga Mln. Selamet Abdurrahman, Mubalig Lokal Warung Mangga, Tangerang dan para orang tua mahasiswa dari beberapa daerah. []

Disusun oleh:
Dr. Rakeeman R.A.M. Jumaan
Naib Principal Bidang Akademik
Jamiah Ahmadiyah Internasional Indonesia
Bogor, Jawa Barat

No Responses

Tinggalkan Balasan