Serangan Udara Pasukan Sekutu di Manokwari dan Manokwari Selatan Papua Barat

Serangan Udara Pasukan Sekutu di Manokwari dan Manokwari Selatan Papua Barat
"Itu artinya, Sekutu rata-rata melakukan serangan udara terhadap Jepang di Manokwari sebanyak 4 kali tiap bulan selama 18 bulan berturut-turut. Sedangkan Ransiki diserang sebanyak 4 kali juga tiap bulan selama enam bulan berturut-turut. Momi mendapat 6 kali serangan udara tiap bulan selama enam bulan dan Waren juga hanya mendapat serangan udara sebanyak 2 kali tiap bulan selama empat bulan berturut-turut."
Posted by:

Kemungkinan, semua lapangan terbang di sekitar Teluk Cendrawasih itu sebagai penyokong pertahanan untuk target yang lebih besar yaitu melumpuhkan Australia. Sebab, salah satu negara kuat yang juga mengerahkan kekuatan tempurnya di Maluku dan Papua Barat adalah Australia, yang tergabung dalam ABDA alias Sekutu. Bukan hanya di Papua Barat, Australia juga mengirim personel dan persenjataan tempur untuk di Ambon dan Pulau Buru, Maluku.

Pembangunan Pusat Pertahanan Jepang di Manokwari Selatan (Kampung Dembek dan Kampung Waren)

Untuk tujuan yang lebih besar itu –yaitu menguasai Australia– Jepang mempersiapkan diri dengan kekuatan pertahanan yang maksimal. Meskipun personel tentara Jepang hanya di atas sepuluh ribuan saja yang ada di Papua, tetapi mereka mempersiapkan kekuatan pertahanan yang penuh. Hal ini dapat dibuktikan dengan pusat pertahanan yang dibangun di Kampung Dembek dan Kampung Waren.

Di Kampung Dembek, kelihatannya Jepang secara matang telah mempersiapkan semuanya. Sebagai salah satu lokasi yang menghadap ke arah Teluk Cendrawasih, Kampung Dembek dan Kampung Waren memiliki posisi strategis. Kelekatannya dengan Pulau Biak yang juga telah memiliki lapangan terbang sangat strategis bila dikaitkan dengan teori pertahanan udara. Pesawat-pesawat tempur Jepang dapat saling singgah di antara lapangan terbang itu: Manokwari, Ransiki, Momi, Waren dan Biak.

Di Kampung Dembek, bahkan Jepang membangun semacam goa pertahanan bawah tanah dan tambang minyak serta menanam kapas dan tanaman lainnya untuk keperluan perang menghadapi Sekutu. Diperlukan ratusan bahkan ribuan tenaga kerja paksa (romusha) dari masyarakat sekitar untuk membangun semua sarana-prasarana tersebut. Bahkan, material pembangunan utama berupa semen dan batako juga memegang peran penting karena semuanya menggunakan bahan itu.

Di beberapa lokasi, Jepang juga membangun pillbox di Manokwari Selatan, terutama di Kampung Dembek dan Kampung Waren. Itu artinya, ada sesuatu yang harus dilindungi disana. Bahkan, pillbox itu bukan hanya yang berukuran standar seperti pillbox di Ambon atau Pulau Buru, melainkan juga pillbox berukuran besar seperti yang ada di Manokwari. Posisinya ada di dataran rendah yang rata dan juga di perbukitan.

Serangan Sekutu terhadap Manokwari dan Manokwari Selatan

Setelah Manokwari dan Manokwari Selatan ditaklukkan oleh Jepang pada 1942, pasukan Sekutu di bawah Jenderal Douglas Mc Arthur kemudian melakukan strategi penyerangan terhadap Manokwari dan Manokwari Selatan beberapa bulan berikutnya. Tujuannya menguasai kembali daerah yang telah dikuasai oleh Jepang. Lapangan terbang adalah salah satu targetnya.

Angkatan Udara Amerika Serikat ke-5 atau 5th Air Force (AF) dan pasukan Far East Air Force (FEAF) memulai serangan udara sejak 1 Mei 1943 hingga 29 Oktober 1944. Selama 18 bulan itu, puluhan pesawat tempur Sekutu silih berganti menyerang target di Manokwari, Ransiki, Momi dan Waren. Tercatat, 66 serangan udara di Manokwari, 23 kali di Ransiki, 28 kali di Momi dan 8 kali di Waren.

Jenis pesawat tempur yang dipergunakan Sekutu di antaranya adalah A-20, A-26, B-24, B-25, P-38, P-39, P-40 dan P-47. Pesawat itu biasanya disebut sebagai Black Widow atau Kittyhawk. Tercatat, jenis pesawat yang paling banyak melakukan serangan adalah jenis A-20 dan P-40 yang terdiri dari beberapa nomor seri. Ada Black Widow SN 42-40967, ada Kittyhawk SN A29-824, A29-641 dan A29-821.

Sasaran yang ditargetkan oleh Sekutu adalah melumpuhkan pelabuhan, lapangan terbang, perahu, bagang, lepas pantai, sungai, kota dan pemukiman serta barak tentara Jepang. Terkadang, pesawat tempur Sekutu juga hanya melakukan pengintaian atau pematangan target serangan melalui foto udara untuk database serangan berikutnya. Jadi, saat itu tidak langsung melakukan serangan.

No Responses

Comments are closed.