Manfaat lain dari tanaman yute adalah, daunnya dapat dijadikan sup yang lumayan bergizi. Sejak masa Firaun di Mesir, daun tanaman ini telah dimanfaatkan sebagai sup dicampur dengan potongan daging sapi atau kambing atau ayam.
Tetapi, pada masa Dinasti Fatimiyah khususnya di masa Khalifah Al-Hakim Abu Ali Mansour yang memerintah pada masa itu melarang konsumsi daun yute atau molokhiah atau bayam Yahudi ini karena dipercaya dapat menstimulasi hasrat seksual pada wanita. Dikhawatirkan akan muncul dampak negatif.
Daun yute atau molokhiah memang mengandung kalsium dan fosfor tiga kali lebih besar dibanding kubis. Daun ini kaya zat riboflavin atau vitamin B2 yang berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh, pembentukan sel darah merah dan menjaga kesehatan pencernaan. Molokhiah juga mengandung 70% vitamin C dan 25% vitamin A yang dibutuhkan oleh tubuh tiap harinya.
Jepang Membunuh Manuputty, Controller NICA di Momi Waren
Dalam arsip Netherlands Indies Civil Administration (NICA), disebutkan bahwa untuk di Kampung Waren ditempatkan seorang kontroler bernama Manuputty dan Bratawidjaja. Mereka membawahi afdeling Biak, Serui dan Waropen. Tetapi tinggalnya tetap di Kampung Waren.
Dari segi namanya, Manuputty pastilah berasal dari Maluku, sedangkan Bratawidjaja jelas berasal dari Jawa. Catatan mengenai keberadaan mereka berdua kemudian hilang begitu saja, selain bahwa Manuputty atau Bestuur Manuputty kemudian dibunuh oleh Jepang karena tuduhan telah membakar perkebunan jute. Versi lain adalah karena membakar pelabuhan Waren.
Dari dua versi kisah pembunuhan Manuputty, dapat dikatakan bahwa, bila memang benar Manuputty melakukan pembakaran perkebunan yute itu maka Jepang pastilah akan sangat murka. Oleh sebab itu tidak mengherankan bila Jepang kemudian mengambil tindakan, dengan membunuh Manuputty dan anak laki-lakinya.
Meskipun lokasi pembunuhannya dikatakan ada perbedaan, tetapi itu dapat dipertemukan. Intinya, Manuputty diketahui sebagai pelaku pembakaran itu oleh Kempetai dan ditangkap di suatu lokasi. Dia kemudian dibawa kembali ke Kampung Waren dengan menggunakan kapal selam. Di suatu Tanjung di Pulau Roon yang berhadapan dengan Kampung Inarbu, Manuputty pun dibunuh. []
Catatan:
Selesai ditulis pada Senin, 16 Mei 2022 pkl. 13:41 WIT di kawasan KODAM XVIII/Kasuari, Arfai, Manokwari, Papua Barat.
Disusun oleh:
Mln. Dr. Rakeeman R.A.M. Jumaan
Mubalig Daerah Papua Barat
Related Posts

Menelusuri Jejak Pembentukan Kecamatan Paling Utara di Kabupaten Bogor

Mengenal Batu Tapak Cikodom, Gunung Sindur, Bogor

Gaungkan Tema Shalat di Ciater | Jejak Lokasi yang Dilewati Bujangga Manik Sang Resi Petualang

Bakda Riyadi: Tradisi Keramaian Kerajaan Majapahit yang Menjadi Lebaran

Telusuri Jejak Tarumanegara, Tuan Tanah Jonathan Rigg dan Makam Kuno Islam Garisul


No Responses