Akhir Hayat Si Pending Emas
Usai dari Operasi Trikora, Herlina kemudian mengikuti Pendidikan Militer Korps Wanita Angkatan Darat (1963-1964). Herlina juga mengikuti Pendidikan Atase Pers Departemen Luar Negeri (1965).
Ketika terjadi konfrontasi dengan Malaysia, Herlina pun dikirim ke negeri jiran itu untuk menyebarkan surat kabar di Semenanjung Malaka. Peredaran surat kabar itupun berhenti ketika pecah Gerakan 30 September/PKI.
Sekitar tahun 1980, Herlina pun mendirikan klub sepakbola yang diberi nama Caprina Football Club. Selain itu Herlina juga membuka klub voli dan tinju. Herlina mengadopsi anak-anak dari berbagai daerah terutama Indonesia Timur untuk membekali mereka dalam bidang olahraga.
Dalam mengelola klub olahraga itu, Herlina menerapkan disiplin yang tinggi. Tidak ada kompromi bagi mereka yang terlambat atau malas-malasan. Tetapi semangat kekeluargaan tetap dipertahankan, sehingga mereka menjadi seperti senasib sepenanggungan.
Pada Selasa, 17 Januari 2017 pkl. 22:45 WIB, Herlina Kasim meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta akibat komplikasi penyakit diabetes dan gangguan paru-paru yang dideritanya. Si Pending Emas itu dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur.
Putranya, Rigel Wahyu Nugroho menyampaikan, bahwa sebelumnya Herlina Kasim berkali-kali mengungkapkan tidak mau disemayamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta. Hal ini juga dibenarkan oleh anak perempuan Herlina, Soebiyati Jaka yang lahir di Makassar.
Catatan:
Selesai ditulis di RDM Jang-e-Muqaddas, Arfai, Manokwari, Papua Barat pada Minggu, 25 September 2022 pkl. 22:45 WIT.
Disusun oleh:
Dr. Rakeeman R.A.M. Jumaan
Pembina Nasional
Forum Mahasiswa Studi Agama-Agama se-Indonesia (FORMASAA-I)
Manokwari, Papua Barat
Related Posts

Menelusuri Jejak Pembentukan Kecamatan Paling Utara di Kabupaten Bogor

Mengenal Batu Tapak Cikodom, Gunung Sindur, Bogor

Gaungkan Tema Shalat di Ciater | Jejak Lokasi yang Dilewati Bujangga Manik Sang Resi Petualang

Bakda Riyadi: Tradisi Keramaian Kerajaan Majapahit yang Menjadi Lebaran

Telusuri Jejak Tarumanegara, Tuan Tanah Jonathan Rigg dan Makam Kuno Islam Garisul


No Responses