Bung Karno, menurut suatu legenda di Papua Barat, pernah diasingkan di sekitar Danau Framu, Ayamaru atau pernah melintasi Gunung Nabi, di Babo. Legenda ini menjadi tuturan turun-temurun yang berasal dari Klawok Kaleb Bless dan Cosmas Werfete. Keturunan mereka, Soni Bless dan Keliopes Werfete, yang kemudian menjadikan tuturan ini terkenal. Kedua tuturan ini kemudian menjadi semacam legenda.
Keliopes Werfete, menyebutkan kisah Bung Karno menerima keris dari Cosmas Werfete di Gunung Nabi. Berkat keris itu, kata Keliopes, Bung Karno akhirnya selamat dari kejaran Jepang. Sedangkan Soni Bless, yang mengaku mendengar dari keluarganya, Klawok Kaleb Bless, Bung Karno pernah dililit ular Naga, namun selamat. Bahkan, Bung Karno dikatakan melanjutkan perjalanan ke Teminabuan (kini ibukota Kab. Sorong Selatan) dengan berjalan kaki selama 12 jam hingga tiba disana.
Meskipun secara teori dan fakta historis pembuangan Bung Karno ke Papua atau Papua Barat tidak dapat dibuktikan, baik di Boven Digoel, Tanah Merah (Merauke) atau Ayamaru (Maybrat), tetapi masyarakat di Tanah Papua tetap mempercayai bahwa Sang Proklamator RI tersebut memang benar-benar pernah berada disana. Ini menunjukkan, bahwa sosok Bung Karno memang telah melegenda dan menjadi salah satu bentuk Nasionalisme bagi mereka.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-77 (17 Agustus 1945-2022). Dengan pengamalan Bhinneka Tunggal Ika, niscaya kita akan “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. []
Manokwari, 9 Agustus 2022
Disusun oleh:
Dr. RAKEEMAN R.A.M. JUMAAN
• Mubalig Daerah Papua Barat
• Pembina Nasional Forum Mahasiswa Studi Agama-Agama se-Indonesia (FORMASAA-I) Jakarta, Indonesia
• Direktur Pusat Kajian Manuskrip Islam dan Filologi (Centre of the Study of the Islamic Manuscripts and Philology) Ambon, Maluku
• Peneliti Etnografi, Filologi, Kodikologi, Sejarah dan Antropologi
Related Posts

Menelusuri Jejak Pembentukan Kecamatan Paling Utara di Kabupaten Bogor

Mengenal Batu Tapak Cikodom, Gunung Sindur, Bogor

Gaungkan Tema Shalat di Ciater | Jejak Lokasi yang Dilewati Bujangga Manik Sang Resi Petualang

Bakda Riyadi: Tradisi Keramaian Kerajaan Majapahit yang Menjadi Lebaran

Telusuri Jejak Tarumanegara, Tuan Tanah Jonathan Rigg dan Makam Kuno Islam Garisul



No Responses