Ijtima Ansharullah Hari Ketiga Sambut Seruan Panitia Ijtima Pusat

Ijtima Ansharullah Hari Ketiga Sambut Seruan Panitia Ijtima Pusat
"Dengan ketaatan dan upaya sungguh-sungguh menyambut seruan Pusat, maka berkat akan mengalir. Bila berkat mengalir, artinya tidak akan ada kesulitan yang dialami meskipun secara manusiawi awalnya itu dianggap sebagai suatu hambatan. Semuanya akan berjalan lancar dan mengalir apa adanya."

Setelah berhasil melewati Gunung Warkapi dengan tanjakan yang tidak terlalu curam, motor itupun harus melewati Gunung Acemo. Ternyata, karena jalanan menanjak sangat curam, motor itupun tidak mampu naik. Mubalig Daerah Papua Barat terpaksa turun dan rencananya akan bergantian diantarkan hingga ke atas tanjakan itu. Tetapi, tiba-tiba sebuah motor sudah ada di belakang.

Pengemudi motor itu kemudian menawarkan agar Mubalig Daerah Papua Barat ikut naik ke atas. Orang itu ternyata penduduk asli Kampung Waroser di Distrik Oransbari. Orang asli Papua itu akan ke Kota Manokwari untuk sesuatu keperluan. Setelah tiba di jalan Puncak Gunung Acemo, Mubalig Daerah pun pindah kembali ke motor Ketua JAI Manokwari. Dari Acemo ke Kota, kontur jalanan menurun dan datar sehingga mudah dilalui.

Menjelang azan Maghrib berkumandang, Mubalig Daerah Papua Barat pun sudah tiba kembali di rumah setelah menempuh perjalanan selama dua jam. Padahal dalam kondisi normal dengan kecepatan standar 60 kilometer per jam, jarak antara Kampung Wedoni ke Kota Manokwari hanya ditempuh selama 40-60 menit saja. Sebab, jarak aslinya hanya sekitar 42 kilometer saja meskipun banyak kelokan dan tanjakan. []

Disusun oleh:
Mln. Dr. Rakeeman R.A.M. Jumaan
Mubalig Daerah Papua Barat

 

Tags: ,

No Responses

Tinggalkan Balasan