Kunjungan Akademik Darjah Tsalisah | Praktikum Tingkatkan Pemahaman Akademik, Tablig dan Rabtah

Kunjungan Akademik Darjah Tsalisah | Praktikum Tingkatkan Pemahaman Akademik, Tablig dan Rabtah

“Kunjungan Akademik ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Akademik, Tablig dan Rabtah bagi para mahasiswa Darjah Tsalisah Jamiah Ahmadiyah Internasional Indonesia. Selain mengenal Biblika, Denominasi Kristen juga Liturgi dan Kiprah Sosial aneka gereja di Kota Bogor.”

Masroor Library – Bogor [16/10/2025]. Usai doa bersama di jalan depan Asrama, tiga buah kendaraan itu meluncur meninggalkan Kampus Mubarak, Kamis (15/10) siang. Dua buah kendaraan roda empat mengangkut 14 mahasiswa Darjah Tsalisah. Sedangkan sebuah kendaraan roda dua dikendarai oleh Dosen Ilmu Perbandingan Agama, yang juga Naib Principal Bidang Akademik Jamiah Ahmadiyah Internasional Indonesia.

Hampir selama 30 menit perjalanan itu ditempuh. Tiga buah kendaraan itu kemudian parkir di sebuah gereja Katolik alias katedral dengan jenis arsitektur gotik. Dosen Ilmu Perbandingan Agama tiba lebih dulu dan langung disambut oleh Ketua Departemen Hubungan Antar Agama, Aliran dan Kepercayaan (HAK) Paroki Bogor, Nicolaus Laga. Didampingi pengurus lain, mereka mempersilakan rombongan masuk ke dalam lokasi acara. Tampak hadir Ibu Rini dan Bapak Rudy dari kepengurusan yang sama.

Setelah rombongan lengkap semua hadir di ruang acara, Pastor Paroki Keuskupan Bogor Romo Paulus Haruna pun kemudian memasuki ruangan itu. Ruangan ini berupa sebuah selasar berbentuk persegi dengan luas sekitar 100 meter persegi. Puluhan kursi lipat ditata melingkar membentuk huruf “U”. Pada bagian depannya terdapat sebuah meja dengan dua buah bangku. Di sanalah Romo Paroki asal Klaten (Jawa Tengah) itu dan Dosen Ilmu Perbandingan Agama duduk.

Setelah dibuka dengan doa oleh Ketua Departemen HAK, acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak Jamiah Ahmadiyah Indonesia. Dalam sambutannya, Dr. Rakeeman R.A.M. Jumaan menyampaikan bahwa gereja Katedral “Perawan Maria Tak Berdosa” adalah tempat yang tidak asing lagi. Sejak 30 tahun lalu, sudah sering berkunjung kesini.

“Saya mengenal tempat ini sudah sejak lama. Sejak dulu hingga kini, biasa berkunjung kemari. Dulu, sekitar 30 tahun lalu, ada petugas Perpustakaan yang bernama Pak Amri Yohanes. Di perpustakaan itulah saya biasanya menghabiskan waktu selama berada disini. Sejak menjadi dosen, biasanya saya mengajak mahasiswa untuk melakukan Kunjungan Akademik kesini,” tutur Mubalig asal Indramayu, Jawa Barat tersebut.

Sedangkan Romo Paulus Haruna menyampaikan identitas dirinya dan panggilan menjadi seorang Imam Katolik. Menurutnya, seorang Imam Katolik harus melakukan ikrar tritunggal, yaitu Taat, Selibat dan Melarat. Mereka harus siap menghadapi kondisi semacam ini. “Bahkan, hingga saat ini, saya tidak memiliki sebentuk cincin pun. Apalagi kendaraan seperti mobil atau motor,” ungkapnya.

Sesi tanya jawab berlangsung dengan cukup seru. Sebanyak tiga mahasiswa menyampaikan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan materi Kunjungan Akademik, yaitu Biblika, Denominasi dan Liturgi dalam Kristianitas atau Katolisitas. Semua pertanyaan tersebut dijawab dengan baik oleh Romo Paulus Haruna yang pernah bertugas di Banten. Setelah memberikan kenang-kenangan berupa sertifikat penghargaan, rombongan pun melihat-lihat bangunan katedral dan plaza Maria Patra Caeli (Gerbang Sorga).

Tujuang kunjungan berikutnya adalah GPIB Zebaoth, di dalam kompleks Kebun Raya dan sebelah Istana Presiden Bogor. Jarak dari Katedral hanya beberapa ratus meter saja. Setiba disana, Pendeta Jerry Topamahu, Ketua GERMASA Daud Dedanoh, Pnt. Japer Situmorang dan lainnya sudah menunggu di Aula. Seperti katedral, gereja inipun sudah menjadi langganan Kunjungan Akademik sejak 15-20 tahun lalu.

Pdt. Jerry asal Kuda Mati, Ambon (Maluku) memberikan penjelasan umum terkait GPIB Zebaoth Bogor setelah Dosen Ilmu Perbandingan Agama dipersilakan menyampaikan sambutan dan tujuan agenda kunjungan. Perbincangan bertema Biblika, Denominasi dan Liturgi pun kemudian terjadi. Sebanyak tujuh mahasiswa menyampaikan pertanyaan terkait berbagai hal. Bahkan, ada pertanyaan mengenai motivasi Pdt. Jerry menjadi seorang pelayan Tuhan.

Tak terasa, acara berlangsung dengan semarak. Karena jarum jam sudah menunjukkan hampir Maghrib, maka acara pun ditutup dengan saling memberikan cinderamata. Dari pihak GPIB Zebaoth menghadiahkan buku 100 Tahun GPIB Zebaoth, sedangkan dari pihak Jamiah menyerahkan Piagam Penghargaan sebagai bentuk ucapan terimakasih dan kenang-kenangan.

Sebelum meninggalkan lokasi gereja dengan 5000 anggota itu, rombongan dan tuan rumah melakukan foto bersama di depan bangunan gereja yang dulu namanya Koningen Wilhelmina Kerk. Gereja ini dulu dibangun oleh Belanda, sekitar 105 tahun yang lalu. Kini, gereja sudah memiliki sebanyak 31 sektor yang tersebar di Kabupaten dan Kota Bogor.

Malamnya, para mahasiswa mengikuti acara Tarbiyat Online MKAI Bogor yang diselenggarakan secara hybrid: luring dan daring. Acara bertema “Toleransi” itu diikuti oleh puluhan peserta, bukan hanya khudam melainkan juga LI dan Anshar. Sebagai narasumber spesial adalah Dosen Ilmu Perbandingan Agama yang juga Naib Principal Jamiah Ahmadiyah Internasional Indonesia. Acara dipandu oleh Mubalig Jemaat Bogor Mln. Iman Mubarak Ahmad bertempat di Masjid Al-Fadhl, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bogor. []

Disusun oleh:
Dr. Rakeeman R.A.M. Jumaan
Dosen Ilmu Perbandingan Agama, Bahasa Ibrani & Farsi
Jamiah Ahmadiyah Internasional Indonesia
Bogor, Jawa Barat

No Responses

Tinggalkan Balasan