Masroor Library – Tokoh Komunitas Muslim Ahmadi yang ditembak pada Kamis (30/03-peny) lalu dalam serangan yang diklaim dilakukan oleh kelompok militan terlarang Lashkar-e-Jhangvi (LeJ), dikebumikan pada petang hari di Sahiwal, Pakistan.
Pengacara Malik Saleem Latif adalah sepupu Peraih Nobel Pakistan Abdus Salam yang ditembak dalam perjalanan motor bersama puteranya di Kota Nankana Sahib dekat Lahore, Propinsi Punjab Tenggara.

Sebuah berita mengklarifikasi bahwa Latif dibunuh atas perintah Kelompok LeJ dengan pelaku bernama Rashid yang dilaporkan mendapat pengaruh dari grup ektsrem Majlis Tahufuz Khatm-e Nubuwwat.
Pihak kemanan menyatakan Rashid bekerja sebagai sekuriti di toko perhiasan. Saat itu ia mengendarai dokar yang disewa untuk melakukan aksinya. Rashid mengenakan seragam keamanan saat ia menembak korban.
“Ancaman terhadap Ahmadi dianggap biasa di daerah ini dan Latif adalah tokoh komunitas tersebut dan juga seorang pengacara terkenal.,” kata pihak Komunitas Ahmadiyah yang dikutip di media setempat.
“Saleem Latif menyebarkan keyakinannya di daerah ini” kata pihak kelompok militan Lashkar-e-Jhangvi, dalam pernyataan pengakuan mereka atas serangan Kamis tersebut.
Menurut berita Reuters, kejadian penembakkan ini adalah terbaru dari rentetan peristiwa kelompok agama dimana pihak keamanan memerangi kelompok-kelompok seperti Lashkar-e-Jhangvi selama bertahun-tahun.
Massa pelaku kekerasan dan serangan-serangan yang ditujukan kepada Komunitas Ahmadiyah meroket sejak legislasi Pemerintah tahun 1974 yang menyatakan bahwa kelompok ini adalah non- Muslim
Alih bahasa: Iin Qurrotul Ain
http://timesofahmad.blogspot.co.id/2017/03/pakistan-slain-ahmadi-leader-malik.htm
Related Posts

Pusat Pertabligan Ahmadiyah di London dan Jerman

Kunjungan Bersejarah Tokoh Hiroshima ke Khalifah Ahmadiyah

Peresmian Plakat Hijau di Masjid Fadhl : “Sebuah Tanda Pengakuan Sebagai Masjid Pertama di Kota London”

Jemaat Muslim Ahmadiyah Adakan Acara The Big Iftar

Wakil Presiden Ghana Hadiri Pertemuan Tahunan Ahmadiyah Ghana 2026

No Responses