Almasih Sudah Datang | Bagian 2

Almasih Sudah Datang | Bagian 2

MAsroor Library – Pemikirannya yang Tinggi Berasal dari Allah SWT.Beliau ‘Alaihis-salaam berkata,

“Sesungguhnya Surga Firdaus kami adalah Tuhan kami, dan sesungguhnya kesenangan kami ada pada Tuhan kami, karena sesungguhnya kami telah melihatnya dan kami telah menemukan semua keindahan itu ada pada-Nya. Inilah perbendaharaan yang pantas dihimpun meskipun dengan mempertaruhkan jiwa, dan permata ini patut dibeli meskipun manusia harus mengorbankan segala yang ada untuk mendapatkannya. Wahai orang-orang yang mahrum (terluput dari kenikmatan itu)! Kemarilah kalian dengan segera menuju sumber mata air ini agar Dia menceriterakan kepada kalian bahwa sesungguhnya Dia itu Sumber air kehidupan Yang akan menyelamatkan kalian. Apa yang aku perbuat, dan bagaimana aku menetapkan kabar suka ini ke dalam beberapa hati? Dengan rebana apa, aku mengundang agar manusia di pasar-pasar mendengar bahwa sesungguhnya Dia itu adalah Tuhan kalian? Dan dengan obat apa aku mengobati, hingga telinga-telinga manusia itu menjadi berguna untuk mendengar?” (Safiinatu Nuuh, halaman 21-22)

Dan beliau berkata,

“Sesungguhnya Tuhan kami adalah Dia, Tuhan Yang Maha Hidup sekarang ini, sebagaimana Dia Maha Hidup sebelum itu; dan Dia Tuhan Yang berbicara sekarang, sebagaimana Dia berbicara sebelum itu; dan Dia Tuhan yang sekarang mendengar, sebagaimana Dia mendengar sebelum itu. Suatu dugaan yang salah bahwa sekarang ini, Dia Subchaana-Hu wa Ta’aalaa mendengar, namun Dia tidak berbicara lagi. Sekali-kali tidak, bahkan sesungguhnya Dia itu mendengar dan berbicara juga. Sesungguhnya semua Sifat-Nya adalah azali dan abadi, tidak ada satu tanda bukti dari Sifat-Sifat-Nya yang menganggur, dan itu tidak akan menganggur selamanya. Sesungguhnya Dia itu Esa Yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan Dia tidak mempunyai anak, dan Dia juga tidak mempunyai istri. Sesungguhnya Dia itu Tunggal Yang tidak ada saingan bagi-Nya… Sesungguhnya Dia itu dekat bersama kejauhan-Nya, dan sesungguhnya Dia itu jauh bersama kedekatan-Nya, dan sesungguhnya Dia itu mungkin menampakkan Diri-Nya kepada Ahli Kasyaf secara bayangan, karena Dia itu tidak berjisim dan tidak berbentuk. Dan Dia itu ada di atas segalanya, namun tidak mungkin Dia berbicara sedang seseorang berada di bawah-Nya, karena sesungguhnya, Dia itu ada di Arasy, namun tidak mungkin Dia berbicara sedang Dia tidak ada di bumi.” (Al-Washiyyah, halaman 309-310).

Kedudukan Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam

Beliau berkata tentang pujian kepada Rasul yang mulia Shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Sesungguhnya cahaya yang lebih terang yang telah diberikan untuk manusia, aku maksudkan untuk manusia sempurna, bukanlah cahaya yang ada pada Malaikat, dan bukan cahaya pada bintang-bintang, dan bukan cahaya pada bulan, dan bukan cahaya pada matahari, dan bukan cahaya pada lautan di bumi dan bukan cahaya pada siang harinya, dan bukan cahaya yang ada pada batu permata, dan bukan cahaya yang ada pada batu mulia (yaqut), dan bukan cahaya yang ada pada permata (zamrud), dan bukan cahaya yang ada pada intan, dan bukan cahaya yang ada pada mutiara. Ringkasnya, cahaya itu tidak ada pada sesuatupun di bumi atau di langit, tetapi cahaya itu hanya ada pada manusia yang sempurna, itulah manusia yang paling lengkap, paling sempurna, paling tinggi, paling luhur dibandingkan pribadi manusia manapun, dan beliau itu adalah: Pemimpin kita dan Kekasih kita, Pemimpin para Nabi, yaitu Pemimpin orang-orang yang hidup, Muhammad Al-Mushthafa Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.” (Mir’aatu Kamaalati’l Islaam, halaman 160-161) Dan beliau berkata juga, “Sesungguhnya aku senantiasa melihat dengan mata kekaguman kepada Nabi berkebangsaan Arab ini yang namanya Muhammad ‘alaihi alfu alfi shalaatin wa salaamin (semoga atasnya sejuta rahmat dan salam). Alangkah luhur keadaan beliau! Tidak akan didapatkan setinggi kedudukannya yang luhur itu, dan bukan kekuatan manusia menguasai pengaruhnya yang suci. Maaf saja, sesungguhnya dunia tidak dapat menempatkannya pada kedudukan yang sebenarnya. Sesungguhnya beliau itu Pahlawan Tunggal yang mengembalikan tauhid ke dunia ini setelah hilang dari dunia ini. Sesungguhnya Allah sangat mencintai, dan Diri- Nya telah mencair dengan pujian yang sempurna kepada Makhluk Allah itu, oleh karena itu, maka sesungguhnya Allah Yang mengetahui di Singgasana-Nya memberikan kelebihan keutamaan di atas para Nabi semuanya, dan beliau paling utama dibandingkan dengan orang-orang yang dahulu dan orang-orang akhir semuanya, dan Dia telah membuktikan keutamaan itu dalam kehidupannya setiap saat yang Dia kehendaki.” (Haqiiqatu’l-Wahyi, halaman 118-119)

Dan beliau berkata sebagai penolakan atas sebagian pendeta yang mencaci-maki Nabi kita Shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Mereka memfitnah Rasul yang mulia dengan kebohongan-kebohongan, dan mereka menyesatkan banyak makhluk dengan kebohongan yang dibuatnya. Dan tidaklah sesuatu menyakiti hatiku seperti olok-olok mereka mengenai keadaan Al-Mushthafa, dan cacian mereka mengenai kehormatan Makhluk yang terbaik. Demi Allah, seandainya semua bayiku, anak-anakku dan cucuku dibunuh di hadapan mataku, lalu tangan dan kakiku dipotong-potong, lalu biji mataku dikeluarkan, lalu aku dijauhkan dari tujuanku, lalu menjaminku dan memperlihatkan kepadaku… semua itu tidak lebih berat atasku daripada caci-makian itu.” (Mir’aatu Kamaalati’l-Islaam, halaman 15)

Kedudukan Alquranul-Karim

Dan beliau berkata tentang sifat Alquranul-Karim:

“Demi Allah, sesungguhnya itu adalah mutiara yang sangat berharga. Luarnya cahaya, dan di dalamnya cahaya, dan di atasnya cahaya, dan di bawahnya cahaya, dan pada setiap lafazhnya dan kata-katanya adalah cahaya. Surga ruhani yang jejaknya dihinakan, dan sungai-sungai mengalir di bawahnya, setiap buah kebahagiaan terdapat di sana, dan setiap ilmu dikutip darinya, sedang selainnya adalah bubutan yang dipotong. Sumber-sumber kelimpahannya adalah makanan yang lezat, maka berbahagialah bagi orang-orang yang meminumnya. Dan cahaya-cahaya darinya benar-benar telah dialirkan ke dalam hatiku, maka tiada bagiku untuk mendapatkan itu dengan cara lain. Demi Allah, seandainya tidak adaAlquran, maka tidak ada makanan bagi hidupku. Aku telah melihat keindahannya melebihi seratus ribu Yusuf, maka aku cenderung kepadanya dengan kecenderunganku yang sangat kuat, lalu Alquran itu dituangkan ke dalam hatiku. Alquran itulah yang mengasuhku, sebagaimana janin itu diasuh. Baginya ada goresan yang menakjubkan dalam hatiku, dan keindahannya membujuk diriku.” (Mir’aatu Kamaalati’l-Islaam, halaman 545)

Pendidikannya untuk Jamaahnya

Beliau ‘Alaihis-salaam berkata,

“Tidak termasuk ke dalam Jamaahku, kecuali orang yang masuk agama Islam, dan mengikuti Kitab Allah, dan Sunnah-Sunnah Pemimpin kita, yaitu Muhammad sebaik-baik manusia, dan ia beriman kepada Allah dan Rasul-Nya yang mulia dan penyayang, dan ia beriman kepada Hari Penghimpunan dan Kehidupan sesudah mati, dan Surga serta Neraka Jahim. Dan ia berjanji dan berikrar bahwa ia tidak akan memilih agama selain agama Islam, dan ia akan mati di atas agama ini, yaitu agama fithrah … dan ia berpegang teguh kepada Kitab Allah Yang Maha Mengetahui, dan ia beramal berdasarkan setiap ketetapan Sunnah, Alquran dan Ijma’ Sahabat yang mulia. Dan siapa saja yang telah meninggalkan tiga hal ini, berarti ia sungguh-sungguh telah meninggalkan dirinya dalam Api Neraka, sedang harapannya adalah kerusakan dan kebinasaan. Maka ketahuilah oleh kalian wahai saudara-saudaraku bahwa sesungguhnya, iman itu tidak menjadi nyata, kecuali disertai amal shalih dan ketaqwaan, maka siapa saja yang telah meninggalkan amal itu dengan sengaja dan kesombongan, maka tidak ada iman baginya di sisi Tuhan Yang Maha Agung. Bertaqwalah kepada Allah, wahai saudara-saudaraku, dan segeralah menuju kebaikan-kebaikan, dan jauhilah keburukan-keburukan sebelum datang kematian.” (Mawaahibu’r-Rahmaan, halaman 315)

Selanjutnya beliau berkata,

“Sekarang tidak ada seorang Rasul dan tidak ada seorang Penolong bagi semua anak Adam, kecuali Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, maka wajib atas kalian cepat-cepat berupaya dengan segala daya untuk menumbuhkan ikatan kecintaan yang setia kepada Nabi Muhammad ini, yang memiliki kebesaran dan kemuliaan, dan janganlah kalian mengutamakan selainnya dalam bentuk apapun melebihi keutamaan beliau, agar kalian dicatat di langit termasuk orang-orang yang selamat. Ingatlah kalian semua, bahwa sesungguhnya keselamatan itu bukan sesuatu yang akan tampak nyata sesudah mati, namun sesungguhnya keselamatan yang sebenarnya adalah keselamatan mendapatkan cahayanya di dunia ini juga.” (Safiinatu Nuh, halaman 13-14)

Masa Depan Jamaahnya

Beliau berkata tentang maksud perkembangan Jamaahnya:

“Dunia ini tidak mengenal aku, namun Tuhan Yang telah membangkitkan aku mengenalku. Sesungguhnya mereka ingin berbuat aniaya kepadaku disebabkan kesalahan dan kemalangan mereka sendiri yang sangat kuat. Sesungguhnya aku adalah Pohon yang telah ditanam oleh Tuhan Pemilik sejati dengan Tangan-Nya sendiri… wahai manusia, percayalah kalian bahwa bersamaku ada Tangan yang senantiasa memenuhi janji bersamaku hingga akhir urusan ini. Lalu, jika para lelaki dan para wanita kalian, para pemuda dan tetua kalian, orang-orang kecil dan para pembesar kalian semuanya berkumpul mengutuk dan berdoa kepada Allah Ta’aalaa untuk kehancuranku dalam ke-khusyu’-an dan kutukan, hingga hidung-hidung mereka menjadi pesek dimakan karat dan tangan-tangan mereka lumpuh, maka Allah tidak akan mengabulkan doa mereka, dan Dia tidak akan meninggalkan sehingga apa Yang Dia inginkan menjadi sempurna… Maka janganlah kalian menganiaya diri kalian sendiri. Sesunggunya orang-orang yang dusta itu mempunyai wajah yang bukan wajah orang-orang yang tulus benar. Dan Allah Ta’aalaa tidak meninggalkan satu perkara tanpa Dia menetapkan keputusannya… sebagaimana Allah telah menghakimi di antara para Nabi- Nya dan orang-orang yang mendustakannya di masa lampau, maka sesungguhnya Dia Ta’aalaa akan menghakimi di masa sekarang juga. Sesungguhnya, kedatangan para Nabi Allah itu mempunyai tanda-bukti seperti itu. Maka percayalah kalian, sesungguhnya aku tidak datang tanpa tanda-bukti, dan aku tidak akan pergi tanpa tanda-bukti. Maka, janganlah kalian bermusuhan dengan Allah sebab kalian tidak akan bisa membencanaiku.” (Dhamiimatu’t-Tuhfati’l-Jularwiyyah, halaman 49 – 50

Dan beliau berkata,

“Sungguh Allah Ta’aalaa memberikan kepadaku berita berulang-ulang dan berkali-kali bahwa sesungguhnya Dia akan memberikan kepadaku rizki kebesaran yang luar biasa, dan akan menguatkan semua hati; Dia akan mengembangkan Jamaahku di seluruh dunia, dan Dia akan menjadikan Jamaahku ini mengalahkan semua Firqah-firqah; dan Dia akan menjaga anak-anak sempurna dalam ilmu dan makrifat di mana semua firqah dibuat bungkam dengan kekuatan cahaya kebenaran mereka, bukti-bukti dan tanda-tanda kebesaran mereka. Dan semua bangsa akan meminum dari sumber air ini. Dan Jamaah ini akan tumbuh dan berkembang dengan kekuatan luar biasa hingga Jamaah ini meliputi seluruh dunia. Di sana akan terjadi banyak bencana dan ujian-ujian, namun Allah akan menghilangkan semuanya dengan satu sistem dan dia akan menyempurnakan janji-Nya. Dan sungguh, Allah telah berfirman kepadaku, ‘Aku akan memberikan berkah demi berkah kepadamu sehingga Raja-raja akan mengambil berkah dengan pakaianmu.’” Kemudian beliau berkata, “Wahai para pemerhati, dengarkanlah, kalian pasti mengerti. Dan peliharalah kabar-kabar ghaib ini dalam peti-peti kalian, karena itu adalah Firman Allah yang akan menjadi sempurna dengan pasti dalam suatu hari dari hari-hari penampakan kemenangan itu.” (Tajliyyatu’l-Ilahiyyah, halaman 409-410)

Kemudian beliau menyajikan lagi,

“Dengarkanlah baikbaik, wahai manusia semuanya! Sesungguhnya, itu adalah sebagian yang telah dinubuwatkan oleh Pencipta semua langit dan bumi, bahwa sesungguhnya, Dia akan membentangkan Jamaah-nya ini di semua negara, dan Dia akan menjadikan mereka menang di atas semuanya dengan argumentasi dan bukti. Dan sungguh, hari-hari kemenangan akan datang, bahkan sesungguhnya, kemenangan itu adalah dekat, ketika dakwa yang satu ini diperingatkan di jagat raya ini dengan keperkasaan dan kemuliaan. Sesungguhnya, Allah akan memberikan banyak berkat yang besar ke dalam Jamaah dan Dakwah ini, secara luar biasa yang menyalahi kebiasaan, dan Dia akan menggagalkan setiap keputusan orang yang akan membencanainya, dan kemenangan ini akan berlangsung hingga Allah mewarisi bumi dan semua orang yang berada di sana.” (Tadzkiratu’sy-Syahaadataini, halaman 66)

Jamaahnya di Masa Kini

Meskipun ada permusuhan dan pembencanaan, dengan pertolongan Allah Ta’aalaa, Jamaahnya ini senantiasa terpelihara dalam penerimaan, dan perkembangan dan penyebaran, sehingga di dunia ini, Jamaah ini berdiri kokoh di 170 negara lebih dalam tempo sekitar satu abad lebih, dan sejumlah pengikutnya yang ramah hidup berdampingan, dan Jamaah ini membuktikan pemenuhan yang besar dengan membangun ribuan masjid dan pusatpusat dakwah dalam berbagai penjuru dunia untuk menyiarkan Islam dan mengukuhkannya di bawah penggembalaan dan kemuliaan para Khalifahnya yang mulia. Sebagaimana Jemaah ini telah diberi taufik untuk menyebarkan Alquranul-Karim dan terjemahan maknamaknanya lebih 50 bahasa dunia. Dan meskipun hanya sedikit sumber-sumbernya, Jamaah ini telah berusaha keras berjuang mengkhidmati kemanusiaan yang tertimpa bencana, dan bangkit membantu penderitaan orang-orang fakir, tanpa memandang kepada asal-usul golongan dan agama, dalam berbagai tempat di dunia ini, khususnya di Afrika di mana Jamaah ini telah mendirikan banyak klinik, rumah sakit, sekolah dan perguruan tinggi. Demikian juga, dengan pertolongan Allah Ta’aalaa, Jemaat ini telah membuka saluran televisi Islam Internasional yang pertama (MTA Internasional), dan tujuannya satu, yaitu menyampaikan tabligh Islam ke semua penjuru dunia, dan Jamaah ini, telah menyiarkan programnya sepanjang waktu dengan berbagai macam bahasa dunia ke lima benua. Dan dengan nikmat Allah ‘Azza wa Jalla, kami menceritakan bahwa sesungguhnya pemenuhan yang mulia ini telah melebihi keadaan dan kemampuan serta cara-cara dari semua negara Islam. Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan Allah itu adalah Pemilik karunia Yang Maha Agung.􀂙

Penyusun:
Arabic Desk
Islamabad, Sheephatch Lane,
Tilford, Farnhan, Surrey, GU10-2AQ, United Kingdom
Penerjemah:
Drs. Abd. Rozaq

No Responses

Tinggalkan Balasan