Perjanjian Tahriq Jadid Sebagai Tema Pengajian JAI Manokwari

Perjanjian Tahriq Jadid Sebagai Tema Pengajian JAI Manokwari
"Jumlah Tuntutan (Muthalibat) Tahrik Jadid yang perdana itu sesuai dengan tanggal dicanangkannya, yaitu 19. Tepatnya 19 Oktober 1934 di Qadian, India."

Masroor Library – Terjemahan syair berjudul “Kebagusan Al-Qur’an” itu menggema memenuhi ruangan Shalat Centre/ Mushala “Ahmad” di Amban, Manokwari Timur, Sabtu (29/8) malam itu. Tiga orang Nashirat membawakan syair yang judul aslinya “Mahasin-e-Qur’an” tersebut. Sementara hadirin duduk mendengarkan di dalam ruangan shalat.

Pembacaan syair itu adalah urutan berikutnya dari susunan acara Pengajian Gabungan yang dilaksanakan oleh JAI Manokwari (336), Papua Barat. Acara pertama Tilawat Ayat Suci Al-Qur’an disampaikan oleh Sdr Iqsan Ahmad. Sesuai hasil keputusan Rapat Majlis Amilah, pengajian gabungan bulan Agustus 2020 dilaksanakan pada Sabtu malam pada Minggu IV bertempat di Mushala “Ahmad” Amban, Manokwari Timur, Manokwari.

Setelah dibuka dengan doa oleh Mubalig Daerah Papua Barat merangkap Mubalig Lokal Manokwari, sambutan dari Ketua JAI Manokwari pun disampaikan. Intinya, Bapak Lukman Latiu menyampaikan bahwa kegiatan perdana ini dapat dilaksanakan dengan lancar dan semoga hadirin dapat memahami hakikat dan latar belakang Pengorbanan Tahrik Jadid yang telah dicanangkan oleh Hadhrat Khalifatul Masih II r.a.

Sedangkan sambutan kedua diminta dari Ketua JAI Manokwari Selatan Bapak La Waku yang juga kebetulan hadir.

“Kegiatan ini urutannya sesuai dengan apa yang dilaksanakan di Pusat. Oleh sebab itu, marilah kita mulai melaksanakan apa yang telah dicontohkan oleh Pusat,” kata Ketua JAI Manokwari Selatan yang sebelumnya juga menjadi Sadr-e-Majlis Pengajian Gabungan di Wedoni, Kamis (27/8) malam lalu.

Penceramah yang adalah Mubalig Daerah Papua Barat kemudian menyampaikan ceramah dengan tema Perjanjian Tahrik Jadid.

“Apakah ada yang masih ingat, kapan Perjanjian Tahrik Jadid dicanangkan oleh Hadhrat Khalifatul Masih II r.a.?” pancing penceramah sesaat setelah menyampaikan mukadimah. Beberapa orang berusaha menjawab pertanyaan tersebut. Sayangnya, belum ada yang menjawab dengan tepat.

“Jumlah Tuntutan (Muthalibat) Tahrik Jadid yang perdana itu sesuai dengan tanggal dicanangkannya, yaitu 19. Tepatnya 19 Oktober 1934 di Qadian, India. Saat ini jumlah Tuntutannya sudah berkembang menjadi 27 buah alias bertambah delapan dari yang semula,” papar Mubalig Daerah dengan referensi yang diambil dari poster yang ada di Kantor Tahrik Jadid Anjuman Ahmadiyah, Rabwah, Pakistan.

“Saat ini, kantor Tahrik Jadid Internasional di Rabwah, Pakistan sangat luas dan megah. Meskipun awalnya suatu daerah yang berbatu dan tandus, kini menjadi kawasan yang subur. Bahkan, Rabwah kini menjadi kota yang Indah karena ditata dengan perencanaan yang matang,” kata penceramah yang selama beberapa waktu pernah tinggal di Markaz Jemaat Ahmadiyah Internasional tersebut.

Salah satu Tuntutan dari 27 Tuntutan Tahrik Jadid itu –selain Pengorbanan Harta– di antaranya adalah Hidup Sederhana (sadah zindegi). Lalu ada juga Menjaga Kebersihan Jalanan (rastong ki shafaai) dan juga membentuk organisasi untuk kemaslahatan bersama (hilful fudhul).

“Tentu saja, beberapa di antaranya biasa kita lakukan. Sehingga secara tidak sadar, sebenarnya kita sudah memenuhi Tuntutan Tahrik Jadid tersebut,” pungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya-jawab. Setelah itu, Sadr-e-Majlis mempersilakan Mubalig Daerah untuk menutup acara dengan doa. Tidak terasa, jarum jam telah menunjukkan pkl. 21.00 WIT. Karena ada peserta yang berasal dari jauh, oleh sebab itu waktu pengajian pun dibatasi agar tidak terlalu malam.

Hadir dalam Pengajian Gabungan tersebut: 4 Anshar, 3 Khudam, 3 LI, 3 Nashirat dan seorang Banat. Sedangkan anggota lainnya berhalangan hadir karena ada agenda lain atau terkendala kendaraan.

“Semoga ke depannya semua anggota bisa hadir dalam setiap acara yang dilaksanakan,” harap Ketua JAI Manokwari yang tinggal di Kampung Susweni, sekitar lima kilometer dari Mushala “Ahmad” di Amban, Manokwari Timur itu. []

Disusun oleh:
Rakeeman R.A.M. Jumaan
Mubalig Daerah Papua Barat

No Responses

Tinggalkan Balasan