Legenda Bung Karno di Nederland Nieuw Guinea | Dari Keris di Gunung Nabi Hingga Ular Naga di Danau Framu Ayamaru

Legenda Bung Karno di Nederland Nieuw Guinea | Dari Keris di Gunung Nabi Hingga Ular Naga di Danau Framu Ayamaru
Menelusuri Jejak Legenda Bung Karno di Nederland Nieuw Guinea (NNG) Perspektif Narasi Fungsi Vladimir Propp dan Pembagian Wilayah Administrasi Belanda

Pengertian Legenda (FOLKLORE)

Legenda adalah cerita rakyat yang berhubungan dengan peristiwa sejarah. Legenda merupakan jenis prosa naratif yang dianggap pernah terjadi oleh pencerita dan pendengarnya. Biasanya legenda merupakan kisah yang menceritakan tentang suatu tempat atau seseorang yang ada pada masa lampau. Legenda juga mengandung pesan moral dan nilai kehidupan.

Istilah legenda berasal dari bahasa Inggris, “Legend”. Menurut Cambridge Dictionary, kata legend mengandung arti adalah cerita yang sangat tua atau kumpulan cerita dari zaman kuno, atau cerita yang tidak selalu benar, yang diceritakan orang tentang peristiwa atau orang terkenal. Legenda adalah narasi yang sering kali diturunkan dari masa lalu.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah. Legenda adalah cerita yang digunakan untuk menjelaskan suatu peristiwa, menyampaikan pelajaran, atau sekedar menghibur penonton.

Menurut Hasanuddin W.S., Legenda adalah cerita rakyat yang berisikan tentang tokoh, peristiwa atau tempat tertentu yang mencampurkan fakta historis dengan mitos. Sedangkan menurut Emeis, Legenda adalah bagian dari cerita rakyat yang dianggap pernah terjadi, yang mana ceritanya terbilang kuno dan setengahnya berdasarkan sejarah dan setengahnya lagi bersifat angan-angan.

Oleh sebab itu, Legenda sering kali dianggap sebagai sejarah kolektif (folklore). Tidak sedikit legenda yang berkembang dari mulut ke mulut atau tidak tertulis. Karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda itu harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari sifat folklore-nya.

Narasi Fungsi Prof. Vladimir Yakovlevich Propp

Prof. Vladimir Yakovlevich Propp (17 April 1895 – 22 Agustus 1970) adalah seorang ahli folklore dan cendekiawan Rusia yang menganalisis komponen plot dasar (narasi fungsi) dari cerita rakyat Rusia untuk menngetahui elemen naratif paling sederhana yang tidak dapat berubah.

Beberapa sumber lain menyebutkan nama aslinya adalah Hermann Waldemar Propp, dilahirkan di Saint Petersburg, Rusia, 29 April 1895. Meski ada perbedaan tanggal, tetapi yang lebih umum dipakai adalah tanggal yang pertama, 17 April 1895. Sedangkan tahun dan tempat meninggalnya semua sama, yaitu 22 Agustus 1970 di Leningrad, Uni Soviet (Rusia) dalam usia 75 tahun.

Beberapa karya Vladimir Propp dalam bidang sastra Rusia adalah: Morphology of the Tale (1928), Historical Roots of the Wonder Tale (1946), Russian Epic Song (1955-1958), dan Folklore and Reality (1976). Kesemua karya itu diterbitkan pada masa hidup Vladimir Propp, tetapi ada juga yang sesudah kewafatan, Problem of Comedy and Laughter (1983) dan Theory and History of Folklore (1997). Beberapa karya Vladimir itu telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, terutama bahasa Inggris.

Meskipun ada puluhan narasi fungsi (totalnya 31 buah), tetapi utamanya ada empat atau lima saja yang oleh Vladimir Propp dikatakan sebagai narasi fungsi yang tetap dalam cerita rakyat (legenda). Kelima narasi fungsi itu adalah: perpindahan (move), pertarungan (struggle), penandaan (marking) dan kemenangan (victory) dan kepulangan (return). Keempat narasi fungsi ini sifatnya selalu ada dalam kisah atau folklore yang terdapat di masyarakat.

Perpindahan (spatialtranslocation/guidance), pahlawan dipindahkan, dikirim atau entah bagaimana dibawa ke suatu lokasi. Pertarungan (struggle), pahlawan dan penjahat bertemu dan terlibat langsung dalam konflik atau pertarungan. Penandaan (branding), pahlawan ditandai dengan cara tertentu, mungkin bekas luka yang khas atau diberikan barang tertentu yang menjadi penanda. Kemenangan (victory), penjahat dikalahkan oleh lawan, misalnya terbunuh dalam pertempuran, menang dalam perlombaan, dipukul ketika lengah, dibuang dan sebagainya. Kepulangan (return), pahlawan melakukan perjalanan untuk kembali ke rumah.

Legenda Bung Karno di Nederland Nieuw Guinea Perspektif Narasi Fungsi dan Wilayah Administrasi Belanda

Bung Karno, menurut suatu legenda di Papua Barat, pernah diasingkan di sekitar Danau Framu, Ayamaru atau pernah melintasi Gunung Nabi, di Babo. Legenda ini menjadi tuturan turun-temurun yang berasal dari Klawok Kaleb Bless dan Cosmas Werfete. Keturunan mereka, Soni Bless dan Keliopes Werfete, yang kemudian menjadikan tuturan ini terkenal. Kedua tuturan ini kemudian menjadi semacam legenda.

Keliopes Werfete, menyebutkan kisah Bung Karno menerima keris dari Cosmas Werfete di Gunung Nabi. Berkat keris itu, kata Keliopes, Bung Karno akhirnya selamat dari kejaran Jepang. Sedangkan Soni Bless, yang mengaku mendengar dari ayahnya, Klawok Kaleb Bless, Bung Karno pernah dililit ular Naga, namun selamat. Bahkan, Bung Karno dikatakan melanjutkan perjalanan ke Teminabuan (kini ibukota Kab. Sorong Selatan) dengan berjalan kaki selama 12 jam hingga tiba disana.

Bila dibuat perspektif, maka akan diperoleh gambaran perbandingan sebagai berikut:

Tags:

No Responses

Tinggalkan Balasan