Terima Kunjungan Pejabat Kodam XVIII/KASUARI | Perluas Jejaring Pertemanan Secara Mandiri

Terima Kunjungan Pejabat Kodam XVIII/KASUARI | Perluas Jejaring Pertemanan Secara Mandiri
"Wawasan yang dimiliki Bapak terkait etnografi dan antropologi Papua Barat sangat berharga disini. Tidak sembarang orang yang menguasainya dengan baik, termasuk kami-kami yang menjadi personel TNI atau intelijen sekalipun."

Masroor Library – Manokwari, Papua Barat [17/10]. Mandiri maksudnya adalah tidak terikat dengan agenda rabtah yang sudah dijadwalkan dalam periode satu tahun ini. Bila sasaran lainnya telah ditentukan (definitif), maka target yang ini justru sporadis dan fleksibel. Kapanpun ada kesempatan untuk mengundang seseorang ke rumah missi (kontrakan) Mubalig Daerah, maka itu akan dilakukan. Ibaratnya, itu adalah bonus rabtah tahun berjalan.

Begitu juga dengan kunjungan Pejabat Kodam XVIII/Kasuari Letkol. Wira Suherman, Minggu (17/10) sore. Setelah beberapa kali berkomunikasi, akhirnya kesempatan bertemu pun terlaksana. Wakil Staf Ahli Sosial Budaya (Sahli Sosbud) Badan Intelijen Negara (BIN) itu pun berkunjung ke rumah missi (kontrakan) Mubalig Daerah Papua Barat yang kebetulan berada di depan gerbang Kodam XVIII/Kasuari.

Pejabat TNI yang sebelumnya ditugaskan di Cimahi itu ternyata hanya selisih satu hari saja berada di Papua Barat. Bila Mubalig Daerah Papua Barat tiba pertama kali di Manokwari pada 2 Agustus 2020, maka ayah tiga anak itu tiba sehari setelahnya, yaitu pada 3 Agustus 2020. Artinya, keduanya baru sekitar 14 bulanan berada di Manokwari, Papua Barat.

Sebelum duduk di kursi ruang tamu, Letkol. Wira melihat-lihat foto Hadhrat Imam Mahdi AS dan para Khalifatul Masih yang tergantung di dinding, di atas rak buku. Perbincangan pun berlangsung secara akrab.

“Ternyata kita bertetangga, baik disini maupun di Jawa. InsyaAllah, istri saya nanti juga akan menyusul kesini, mungkin hanya sebulan disini karena anak-anak sudah sekolah tatap muka di Jawa,” kata lelaki berusia 52 tahun asal Cikarang, Bekasi tersebut.

Perbincangan pun kemudian berlangsung dengan akrabnya. Keduanya saling menanyakan kabar dan kondisi keluarga masing-masing. Ternyata, Letkol. Wira sedang mengambil pasca sarjana di Universitas Pertahanan (Unhan) Bogor, Jawa Barat.

“Mumpung belajarnya masih online sehingga saya tidak harus bolak-balik Manokwari-Bogor,” kata dia memberikan alasannya.

Letkol. Wira juga memaparkan bahwa di UNHAN Bogor kebanyakan yang kuliah adalah dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

“Hanya sedikit saja yang dari Angkatan Darat berkuliah disana. Mungkin karena yang kami tersebar di seluruh Korem-Kodim di seluruh Indonesia,” tanggapnya setelah Mubalig Daerah Papua Barat menyebutkan bahwa mengenal Wakil Rektor IV UNHAN Bogor yang berasal dari Angkatan Laut Bintang Dua (Laksda).

“Wawasan yang dimiliki Bapak terkait etnografi dan antropologi Papua Barat sangat berharga disini. Tidak sembarang orang yang menguasainya dengan baik, termasuk kami-kami yang menjadi personel TNI atau intelijen sekalipun,” kata orang tua dari seorang santri yang saat ini sedang mondok di Pesantren “Daarut Tauhid” asuhan K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) tersebut.

Setelah satu jam berbincang banyak hal, Letkol. Wira pun berpamitan pulang kembali ke rumah dinasnya di dalam Komplek Kodam XVIII/Kasuari. Sekedar diketahui, bahwa Mubalig Daerah Papua Barat mengenal dan memperoleh nomornya dari Perwira Penghubung (Pabung) alias Komandan Kodim Persiapan Dobo, Kab. Kepulauan Aru (Maluku), Mayor H. La Musa. Saat itu, Mayor H. La Musa menyampaikan bahwa ada teman seangkatannya yang bertugas di Kodam Papua Barat. []

Disusun oleh:
Mln. Dr. Rakeeman R.A.M. Jumaan
Mubalig Daerah Papua Barat

Tags: ,

No Responses

Tinggalkan Balasan