Masroor Library – Manokwari, Papua Barat [16/4]. Untuk kesekian kalinya, Ketua Ikatan Mahasiswa Tambrauw (IMT) Septinus Asiti mengunjungi rumah missi dan berjumpa dengan Mubalig Daerah Papua Barat. Ditemani salah seorang pengurus, Yuhanis Syufi, Ketua IMT Kab. Manokwari asal Kampung Asiti Distrik Senopi yang kuliah di Universitas Papua (UNIPA) Manokwari itu menyampaikan banyak hal, Sabtu (16/4) sore hingga malam.
“Rencananya kami akan meresmikan Rumah Baca di Distrik Senopi, yang akan dihadiri oleh Koordinator Pegiat Literasi Papua Barat Lamekh Dowansiba dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manokwari Norman Tambunan. Bila berkesempatan, Abang juga agar bisa hadir ke Kampung Senopi nanti,” kata Asiti menyampaikan undangan.
Menurutnya, saat ini masih banyak orang di Kabupaten Tambrauw yang memerlukan pembekalan literasi. Oleh sebab itu, dalam kunjungan kali ini, Asiti ingin menggali banyak hal mengenai literasi yang dapat dikembangkan di kampungnya. Mubalig Daerah Papua Barat pun menyampaikan, selain Literasi Dasar berupa Calistung, juga memungkinkan dilaksanakan Literasi Sandifibuga disana.
“Alasannya sangat sederhana. Di Kampung Asiti itu sinyal internet sudah masuk dan cukup stabil. Tiap orang dapat mengakses internet dan memanfaatkannya untuk keperluan Literasi Digital, bahkan Sains, Finansial, Budaya dan Kewargaan,” papar penerima Ikon Prestasi Pancasila 2021 Kategori Sosial-Enterpreneur dan Kemanusiaan dari BPIP RI tersebut.
Mubalig Daerah Papua Barat juga menyampaikan agar SDM, Sarana-Prasarana dan Program Kerja bisa dibuat sehingga target dan sasaran didirikannya rumah baca itu dapat terukur.
“Mengenai anggaran, saat ini banyak sumber yang dapat dimanfaatkan. Apalagi untuk di Papua ini ada Dana Otsus dan CSR yang demikian besar.” kata Pendiri Rumah Baca “Hiti-Hiti Hala-Hala” Ambon (Maluku) itu.
Karena waktu berbuka telah tiba, kedua tamu itu kemudian ikut berbuka puasa bersama di ruang tamu rumah missi. Kebetulan hari ini, di rumah menyiapkan gado-gado sayur dan menu lainnya. Khusus untuk para tamu juga disiapkan sate ayam meski mereka juga biasa makan gado-gado. Sukun goreng pun dihidangkan untuk mereka.
Sebelum kembali ke Asrama Tambrauw di Amban, dilaksanakan foto bersama penyerahan buku-buku untuk rumah baca di Kampung Asiti, Distrik Senopi, Kabupaten Tambrauw bertempat di ruang tamu dengan latar foto Hadhrat Masih Mau’ud AS dan para Khalifah. Selain itu juga dihadiahkan buku Sumbangsih Ahmadiyah Bagi Negeri sebagai kenang-kenangan. []
Disusun oleh:
Mln. Dr. Rakeeman R.A.M. Jumaan
Mubalig Daerah Papua Barat
Related Posts

Refleksi Dakwah Bil Hikmah: Meneladani Kebijaksanaan Bersama Mln. Zafrullah Ahmad Pontoh

Halal bi Halal Jemaat Muslim Ahmadiyah Bogor | Pererat Silaturahmi Tingkatkan Pengkhidmatan

Menapaki Jejak Perjuangan Muslim Ahmadiyah di Kota Wali

Ramadan di Cisalada

Pemuda Ahmadiyah Hadiri Sosialisasi KUHP dan KUHAP Baru



No Responses